Erick Thohir: 2 hingga 3 Tahun ke Depan, BUMN Tak Akan Pakai APBN

Kompas.com - 13/06/2020, 18:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Virus Corona (Covid-19) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIMenteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Virus Corona (Covid-19) di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginginkan perusahaan pelat merah tak lagi hidup dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN).

Dia memperkirakan hal tersebut bisa terwujud paling lama tiga tahun ke dapan.

“Kita sedang mencoba, alhamdulillah Presiden dan Bu Sri Mulyani mendukung 2-3 tahun ke depan BUMN sudah tidak terima APBN,” ujar Erick dalam diskusi virtual, Sabtu (13/6/2020).

Baca juga: Kemenkeu: Dana Talangan BUMN Rp 19,65 Triliun Harus Dikembalikan...

Nantinya, lanjut Erick, untuk menjalankan operasional BUMN akan menggunakan satu persen dari dividen sebuah perusahaan.

“Supaya apa, dari kementerian sendiri visinya sama dari korporasinya, bahwa kita harus bekerjasama dan menjaga supaya apa yang dibalikan ke negara makin hari makin besar. Selain tugas daripada layanan kepada masyarakat yang tetap kita jaga,” kata Erick.

Atas dasar itu, Erick menginginkan semua BUMN fokus ke bisnis intinya. Jika hal tersebut terlaksana, dia optimis keinginannya agar BUMN tak lagi dapat APBN bisa terwujud.

“Saya mau BUMN kembali ke core business dan menjadi expert-nya. Lalu, saya mau memastikan BUMN profesional dan transparan. Tidak ada lagi konsep project base,” ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X