Wamenkeu: Kami Janji Utang Dipakai Seefisien Mungkin, Tidak untuk Foya-foya

Kompas.com - 18/06/2020, 18:31 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Besarnya pembiayaan dampak corona virus disease 2019 (Covid-19) terhadap kesehatan, sosial, dan ekonomi mengharuskan pemerintah untuk berutang. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah akan menjaga utang Indonesia tetap dalam kondisi sehat di tahun ini.

Suahasil menyampaikan kondisi ekonomi saat ini mengharuskan pemerintah berutang lebih banyak, sebab defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 naik dari batas 3 persen menjadi 6,34 persem terhadap produk domestik bruto (PDB). Alasannya, dalam situasi pandemi Covid-19 aktivitas ekonomi yang meredup buat penerimaan negara loyo.

Maklum, pemerintah membutuhkan uang sebanyak Rp 694,2 trilun untuk biaya penanganan Covid-19. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi sektor kesehatan Rp 87,55 triliun, perlindungan sosial sebesar Rp 203,9 triliun, insentif usaha senilai Rp 120,61 triliun, UMKM sebesar Rp 123,36 triliun, pembiayaan korporasi sejumlah Rp 53,57 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga dan Pemda yakni Rp 106,11 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Berharap Perekonomian 2020 Tidak Merosot Tajam

Kendati demikian, Suahasil menegaskan utang pemerintah di tahun ini masih sehat sebab rasio utang masih berasa di level 30 persen dari PDB, masih jauh dari batas yang ditetapkan oleh Undang-Undang (UU) Keuangan di level 60 persen dari PDB. Dia bilang, kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding krisis moneter pada 1998, di mana ratio utang hampir 100 persen dari PDB.

“Kami janji utang akan dipakai seefisien mungkin, tidak (untuk) kita foya-foyakan. Ini untuk kepentingan masyarakat dan anak bangsa,” ujar Suahasil dalam seminar daring Syita Talk Menjaga Pemulihan Ekonomi Kini dan Nanti, Kamis (19/6).

Oleh karena itu, instrumen fiskal dibuat lebih fleksibel sampai dengan akhir tahun ini.

Suahasil bilang, fleksibilitas ini terjadi karena tidak ada yang tahu pandemi Covid-19 berapa lama, meski kegiatan ekonomi dan soial sudah berjalan dengan protokol yang baik, tapi tidak tahu kapan pandemi corona ini akan selesai. Makanya dibutuhkan anggaran lebih, padahal sebelum pandemi pemerintah sudah menetapkan pagu APBN 2020.

Baca juga: KKP Soal Budidaya Lobster: Masyarakat Lokal Harus Dapat Porsi Besar

Wamenkeu menjelaskan dalam kondisi normal dengan defisit di bawah 3% dari PDB, pemerintah sudah cukup mengandalkan investor dalam dan luar negeri. Namun, seiring berjalannya defisit APBN 2020 yang kian membengkak, maka tidak hanya berpegangan pada dua sumber utang itu, pemerintah akan mengeluarkan surat utang yang dibeli oleh Bank Indonesia (BI).

“Karena kita tahu kemampuan investor dalam negeri. Kalau ke luar negeri kita menjadi sangat rentan. Investor luar negeri bisa bilang Indonesia butuh utang, bunganya naikin dulu baru saya mau utangin kamu. Nah karena itu, di dunia ini di semua negara dipikirkan cara lain, bisa tidak bank sentral membeli surat utang pemerintah, bahkan surat utang korporasi,” ujar dia. (Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi)

Baca juga: Pemerintah Sebut 500 TKA Asal China Tenaga Ahli Mesin dan Teknisi

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Banyak tarik utang baru, Wamenkeu: Bukan untuk foya-foya



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Whats New
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X