Indonesia Dinilai Perlu Waspada dengan 3 Negara ASEAN Ini, Kenapa?

Kompas.com - 23/06/2020, 12:50 WIB
Kepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto memaparkan kondisi dan prediksi perekonomian secara global maupun domestik, di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKepala Ekonom BNI, Ryan Kiryanto memaparkan kondisi dan prediksi perekonomian secara global maupun domestik, di Labuan Bajo, NTT, Senin (9/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mewanti-wanti pemerintah agar berhati-hati dengan 3 negara ASEAN, yakni Vietnam, Malaysia, dan Taiwan.

Alasannya karena negara itu merupakan negara yang merespons secara baik dalam penanganan Covid-19. Artinya, negara-negara tersebut akan mencapai pemulihan ekonomi yang lebih cepat pula dibanding negara lainnya.

"Kita perlu waspada karena Vietnam, Malaysia, dan Thailand merupakan saingan kita dalam perdagangan global dan dalam menarik investor asing," kata Ryan dalam webinar Infobank, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Pekan Depan, Pemerintah Salurkan Bansos Beras kepada 10 Juta KPM

Berdasakan data Statista, belum ada kematian akibat Covid-19 di Vietnam per 7 Juni 2020. Bahkan hingga kemarin, Vietnam mengkonfirmasi belum ada kematian dengan 349 kasus yang dikonfirmasi dan 328 orang sembuh. Begitupun di Malaysia dan Thailand yang kasusnya telah menurun.

Sedangkan kasus Covid-19 di Indonesia masih meningkat, dengan angka kematian mencapai 2.500 per 22 Juni 2020.

Ryan menuturkan, investor tentu akan nyaman dan aman bila berinvestasi di negara-negara bebas Covid-19 ketimbang negara-negara yang belum mengkonfirmasi bebas Covid-19 seperti Indonesia.

Baca juga: Tentang Insentif Kartu Prakerja, Besaran hingga Cara Pencairannya

"Sehingga saya bisa katakan, yang punya niat untuk investasi di Indonesia, mohon maaf mungkin berbelok arah ke Vietnam, Malaysia, dan Vietnam dulu," papar Ryan.

Kendati demikian, dia menganggap desain kebijakan yang diambil pemerintah untuk penanganan Covid-19 sudah bagus.

Hanya saja, pemerintah perlu mempercepat akselerasi dan eksekusi agar menimbulkan efek psikologis yang positif kepada para pelaku usaha.

Baca juga: Ini 5 Orang Terkaya Dunia, Harta Bezos Melonjak Rp 98 Triliun dalam Sepekan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X