Dipangkas Rp 3,4 Triliun, Anggaran Kementerian ESDM Tinggal Rp 6,2 Triliun

Kompas.com - 23/06/2020, 12:18 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas anggaran belanja tahun 2020 sebesar Rp 3,4 triliun dari Rp 9,6 triliun.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, dengan adanya penyesuaian tersebut pagu belanja yang dimiliki kementerian sebesar Rp 6,2 triliun.

Pemotongan anggaran tersebut meliputi anggaran pembangunan infastruktur di sektor migas bumi, energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), Badan Geologi, dan kegiatan non-infrastruktur.

Baca juga: Minta Tambahan Anggaran Rp 10 Triliun, Mentan: Makan Rakyat Tidak Boleh Terganggu

Arifin menjelaskan, kriteria refocussing anggaran belanja barang meliputi perjalanan dinas, biaya rapat, honorarium, belanja non operasional, serta belanja barang lain yang terhambat akibat adanya pandemi Covid-19, atau dapat dituunda ke tahun depan.

"Kemudian belanja modal untuk proyek-proyek atau kegiatan yang tidak prioritas, yang terhambat akibat adanya pandemi Covid-19 atau dapat ditunda ke tahun berikutnya," tutur dia dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Selasa (23/6/2020).

Secara lebih detail, anggaran untuk infrastruktur migas mengalami pemangkasan paling besar, yakni sebesar dipotong sebesar Rp 2,25 triliun menjadi Rp 1,47 triliun.

"Infrastruktur migas tahun 2020 termasuk Jargas, Konkit Nelayan, Konkit Petani, dan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg," katanya.

Kemudian, untuk sektor EBTKE pada anggaran belanja pasca Covid-19 dipangkas Rp 562 miliar menjadi Rp 610 miliar.

Anggaran tersebut meliputi pembangunan rooftop perkantoran/gedung sosial/rumah ibadah, penerangan jalan umum tenaga surya, biogas komunal, dan revitalisasi pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan.

Lalu, anggaran untuk infrastruktur Badan Geologi dipangkas sebesar Rp 231 miliar menjadi hanya menyisakan Rp 387 miliar. Anggaran ini meliputi pengeboran sumur air tanah, pos pengamatan gunung api, dan lainnya.

Terakhir, anggaran untuk kegiatan lain atau non infrastruktur dipangkas sebesar Rp 399 miliar menjadi Rp 3,7 triliun.

Baca juga: Kemenkeu Tegaskan Anggaran Penanganan Covid-19 Rp 695,2 Triliun



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X