Minta Tambahan Anggaran Rp 10 Triliun, Mentan: Makan Rakyat Tidak Boleh Terganggu

Kompas.com - 23/06/2020, 09:06 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat melakukan panen raya di Desa Bayur Lor, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6/2020). KOMPAS.COM/FARIDAMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat melakukan panen raya di Desa Bayur Lor, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya butuh tambahan anggaran untuk bisa memacu produksi pangan dalam negeri dengan cepat pasca-pandemi Covid-19.

Saat ini Kementerian Pertanian telah mendapatkan pagu anggaran indikatif 2021 sebesar Rp 18,43 triliun.

"Kami butuh Rp 10 triliun tambah dari apa yang ada, bukan hanya Rp 2 triliun atau Rp 3 triliun. Agar kami bisa jamin, karena saat ini daya tahan petani hanya 5 bulan dan mereka sudah terseok-seok,"ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Virtual bersama Komisi IV DPR RI, Senin (22/6/2020).

Menurut Syahrul, untuk anggaran Rp 18,43 triliun akan digunakan untuk menjalankan berbagai program yang dimiliki oleh Kementan. Program tersebut terdiri dari program dukungan manajemen, program ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi juga program pendidikan dan pelatihan vokasi.

Baca juga: Kemenkeu Tegaskan Anggaran Penanganan Covid-19 Rp 695,2 Triliun

Nantinya alokasi terbesar kata dia akan diarahkan pada program ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas dengan jumlah dana sebesar Rp 10,53 triliun.

Di samping itu, Syahrul juga mengatakan seharusnya para petani bukan diberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) karena tidak bertahan lama, tetapi juga harus diberikan pekerjaan agar lebih produktif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu ia juga meminta dukungan dari Komisi IV DPR agar bisa menyuarakan kebutuhan anggaran Kementan di tahun depan agar bisa terus mengakselerasi produksi pertanian.

"Masalah pertanian adalah masalah utama, kalau pelemahan ekonomi global terjadi akan berdampak ke seluruh lini. Maka makan rakyat tidak boleh terganggu," jelas dia.

Baca juga: Minta Manfaatkan Pekarangan, Mentan: Bisa Jadi Sumber Pendapatan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.