Pandemi Covid-19, Ada yang Baru di Bandara...

Kompas.com - 29/06/2020, 07:44 WIB
Penumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenumpang saat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/5/2020).

DI tengah turbulensi pandemi Covid-19 terdapa hal yang “baru” di bandara. Hal baru itu pun telah menjadi menarik perhatian publik, terutama bagi mereka yang sudah ingin mulai bepergian lagi dengan moda transportasi udara.

Pandemi covid-19 benar-benar telah mengubah bandara. Salah seorang rekan pegiat yang telah puluhan tahun bergelut di dunia penerbangan mengatakan, pengaruh atau dampak Covid-19 ini sangat dahsyat.

Demikian dahsyatnya hingga ia mengatakan bahwa Krismon 1998 dan Tragedi 911 sebagai “bukan apa-apa” dibanding dengan Covid-19. Tentu saja yang dimaksud di sini adalah dampaknya terhadap bisnis aviasi terutama yang dialami oleh maskapai penerbangan.

Realitanya, Covid-19 telah mengubah semua hal dalam aspek kehidupan manusia sehari-hari, terutama dalam hal ini yang akan kita amati adalah pada aktivitas penerbangan sipil komersial. Covid-19, sejatinya telah mengubah lifestyle atau gaya hidup manusia.

Tiga pola pencegahan Covid-19 yang tenar belakangan ini sekilas adalah sederhana sekali, yaitu pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan (PJS). Akan tetapi, ternyata PJS telah mempengaruhi segalanya termasuk tata cara prosedur di Bandara bagi para penumpang yang akan berangkat dan juga yang datang.

Ada prosedur baru, the new ground formalities procedures yang harus diikuti oleh para calon penumpang yang akan berangkat dan juga bagi para penumpang yang baru tiba atau mendarat.

European Commision, otoritas penerbangan Uni Eropa pada tanggal 13 Mei 2020 yang lalu, secara khusus telah menerbitkan Operational Guidelines atau Pedoman Operasi berkait dengan Covid-19. Pedoman operasi ini ditujukan antara lain kepada otoritas Bandara bagi tata kelola peosedur formalitas yang harus disesuaikan bagi mereka yang akan menggunakan jasa transportasi udara.

Tidak hanya bagi penerbangan domestik, akan tetapi lebih-lebih bagi penerbangan internasional yang harus tunduk kepada kebijakan yang dikeluarkan oleh masing-masing negara tujuan.

Yang pasti ada sesuatu yang baru di terminal penumpang di bandara belakangan ini, yaitu paling tidak, hadirnya tanda-tanda di lantai dan kursi sebagai penunjuk lokasi bagi penumpang untuk menjaga jarak. Juga aturan-aturan baru lainnya yang diberlakukan ketika kegiatan penerbangan sudah dimulai kembali pasca lockdown beberapa waktu yang lalu.

Jerman misalnya, telah memberlakukan peraturan ketat bagi semua penumpang pesawat udara dengan membatasi hanya 1 koli saja yang diijinkan untuk dibawa ke dalam kabin. Di samping keharusan memakai masker, bandara di Jerman menentukan batas jaga jarak minimal 1,5 meter antar sesama penumpang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X