Ini Kata Ekonom Soal Isu Pengawasan Bank Dikembalikan ke BI

Kompas.com - 03/07/2020, 22:00 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengembalikan peran pengawasan perbankan ke Bank Indonesia (BI).

Hal ini dikarenakan adanya ketidakpuasan terkait kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama pandemi. Adapun dalam situasi tidak pasti ini, memunculkan kekhawatiran dan ketegangan di sektor keuangan.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira, menilai, sebaiknya presiden tidak gegabah untuk membubarkan OJK karena akan memberikan dampak yang besar terhadap kepercayaan investor dan nasabah di industri jasa keuangan.

Baca juga: Isu Peleburan ke BI Kembali Mencuat, OJK: Enggak Boleh Mengandai-andai

“Apabila peran OJK dikembalikan ke pengawasan BI maka ada sinyal bahwa perbankan tengah mengalami krisis yang sudah terlalu berat,” Tandas Bhima saat dihubungi Kontan, Jumat (3/7).

Adapun, permasalahan lain yang juga akan muncul adalah terkait adaptasi dari budaya organisasi yang berbeda. Menurutnya, tidak semudah itu Sumber Daya Manusia di OJK dan BI disatukan.

Sebab ada perbedaan cara kerja dan budaya internal akan membuat masa adaptasi berjalan lambat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara BI yang juga memiliki beban dan tugas baru semakin tidak fokus antara stabilitas moneter dan pengawasan bank.

Baca juga: Mengenai Isu Pemangkasan Fungsi Pengawasan OJK, Ini Tanggapan Kemenkeu

“Di satu sisi ada pengendalian rupiah dan inflasi, di sisi lain harus menyelesaikan permasalahan bank dan jasa keuangan lainnya. Tidak ada jaminan pasca dimasukkan kembali ke BI fungsi pengawasan perbankan akan berjalan lebih baik,” Tambahnya.

Sehingga, menurut Bhima, dalam kekhawatiran di tengah pandemi ini, OJK perlu untuk di evaluasi tapi tidak dengan cara pembubaran di masa pandemi.

“Jika ada masalah terkait kelembagaan maka solusi terbaiknya dengan melakukan perombakan internal OJK, harus ada penyegaran,” tutupnya. (Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli) 

Baca juga: Stasiun Bogor dan Cilebut Tak Akan Layani Pembelian Tiket Harian Setiap Senin

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Jokowi diisukan kembalikan fungsi pengawasan bank ke BI, ini kata ekonom

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.