Rekrut ABK RI untuk Kapal China, PT MTB Tak Punya Izin Kemnaker

Kompas.com - 10/07/2020, 17:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnakar) mengatakan, PT Mandiri Tunggal Bahari (MTB) tidak mengantongi Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) dari Kemnaker. 

PT MTB adalah perusahaan yang merekrut WNI yang dipekerjakan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal Lu Huang Yuan Yu 118. Satu ABK RI ditemukan meninggal dunia di kapal tersebut.

"Kami belum pastikan legalitas PT MTB, kalau dari UU Nomor 18/2017, dia ilegal. Sedangkan kalau berdasarkan Kemenhub, saya belum tahu, apakah dia memiliki izin dari sana (atau tidak)," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta) Kemenaker Aris Wahyudi kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Ada Dualisme Izin, Menaker Kesulitan Awasi Penempatan ABK RI

Seperti disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzihah sebelumnya, terdapat dualisme izin yang dikeluarkan bagi lembaga penempatan awak kapal, yaitu dari Kemnaker (SIP3MI) untuk P3MI dan Kemenhub (SIUPPAK) untuk manning agent.

Saat ini Kemnaker mengaku belum mengetahui apakah PT MTB memiliki izin dari Kementerian Perhubungan atau tidak.

Jika PT MTB memiliki izin dari Kementerian Perhubungan, maka yang bisa mencabut izin yakni Kementerian Perhubungan.

Ia memastikan, pemerintah bisa meminta tanggung jawab perusahaan yang menempatkan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

Baca juga: Pelajar dan Mahasiswa Juga Bisa Investasi Saham, Ini Yang Perlu Diperhatikan

Aris mengatakan, PT MTB juga menjadi pihak yang harus bertanggung jawab terkait meninggalnya ABK WNI di kapal China yang jenazahnya dilarung ke laut beberapa waktu lalu.

"Perusahaan perekrut mereka di dalam negeri ada tiga, salah satunya adalah PT Mandiri Tunggal Bahari yang beralamat di Tegal, Jawa Tengah. PT MTB yang diberitakan dimaksud bukan merupakan P3MI sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 18/2017," ujarnya.

Aris menyebut, saat ini ada sekitar 320 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah mengantongi SIP2MI.

Baca juga: Kereta Api Tujuan Bandung hingga Surabaya Beroperasi Hari ini, Masih Pakai SIKM?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.