Selama Pandemi Covid-19 LinkAja Catat Kenaikan Transaksi

Kompas.com - 16/07/2020, 05:43 WIB
Ilustrasi T-Cash ke LinkAja T-CashIlustrasi T-Cash ke LinkAja

JAKARTA, KOMPAS.com – Platform transaksi digital milik BUMN, LinkAja mencatatkan kenaikan transaksi secara signifikan di masa pandemi Covid-19 dan di new normal sekarang ini.

Pertumbuhan ini terjadi lantaran kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang membuat banyak masyarakat mulai beralih ke pembayaran digital.

Direktur Marketing LinkAja Edward Kilian Suwignyo mengatakan, transaksi QRIS mulai kembali meningkat kembali setelah pemerintah memberlakukan pelonggaran PSBB.

Baca juga: Wamen BUMN Targetkan LinkAja Bisa Salurkan Kredit ke UMKM pada 2021

"Bulan Juni awal, setelah mulai ada penyesuaian, kami melihat akselerasi pembayaran melalui QRIS cukup banyak," kata Edward, dalam konferensi virtual, Rabu (15/7/2020).

Ia memproyeksikan tren pembayaran melalui QRIS juga akan berlanjut seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai transaksi yang lebih aman padamasa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, Edward mencatat pertumbuhan tajam dalam transaksi e-commerce dan layanan utilitas seperti halnya pembelian token listrik atau pembayaran PDAM yang akan terus bertumbuh di masa mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sejak bulan Juni-Juli, pertumbuhannya semakin lama semakin baik. Ini karena mereka memiliki keterbatasan pergerakan," jelasnya.

Sebagai platform transaksi digital plat merah, LinkAja juga bekerjasama dengan Himbara (Bank Himpunan Bank Milik Negara) yang juga mencatat kenaikan transaksi selama pandemi.

Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani menyebutkan frekuensi top up saldo LinkAja meningkat dua kali lipat secara tahunan, sementara dari segi volume mengalami peningkatan delapan kali lipat.

"Transaksi top up dari rekening BRI ke LinkAja naik 181 persen dan dari volume uangnya naik delapan kali lipat," kata Handayani.

Hal senada juga disampaikan oleh Senior Vice President Digital Banking Bank Mandiri, Sunarto Xie, yang mencatatkan jumlah transaksi sampai dengan Mei 2020 sudah mencapai 2 juta transaksi.

Baca juga: Gopay, OVO, Dana, LinkAja, Mana yang Paling Banyak Digunakan Konsumen?

“Per Mei 2020, top up ke LinkAja mencapai dua juta transaksi, atau Rp 600 miliar, termasuk yang ditransaksikan di LinkAja,” ungkap Sunarto.

Di sisi lain, Direktur Teknologi BNI YB Harianto menyebutkan pertumbuhan transaksi meningkat dengan total pertambahan pada jaringan laku pandai BNI sebanyak 160 ribu Agen46. Agen46 tersebut juga meneriman ragam transaksi Linkaja.

"Dari 160.000 Agen46, yang sudah menerima dan mengimplementasikan transaksi ada kira-kira 50 ribu. Kita akan terus perluas agar sistem pembayaran ini jadi lebih baik,” tegas dia.

Hingga saat ini total pengguna aktif LinkAja sudah mencapai 40 juta dengan mayoritas pengguna adalah kelompok menengah dan merchant UMKM.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X