Luhut Sebut 100.000 Hektar Lahan Bakal Dijadikan Tambak Udang

Kompas.com - 24/07/2020, 21:15 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020). Dokumentasi Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kuliah umum kepada ratusan perwira TNI, di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berwacana menyediakan lahan 100.000 hektar untuk membudidayakan udang.

Hal ini ia sampaikan usai mengadakan rapat koordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melalui komunikasi video.

"Udang itu kami ingin berdayakan, dari Pak Menteri KKP ada 100.000 hektar lahan (untuk tambak) udang," kata Luhut di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Baca juga: Tiap Kamis, Pegawai Kemendag Diwajibkan Gunakan Produk RI

Saat ini lanjut Luhut, lahan-lahan tersebut sedang diinvestarisir oleh tim yang telah dibentuk KKP. Ada tiga titik lokasi lahan udang tersebut, yaitu Sulawesi, Pulau Jawa, dan Aceh.

"Ada di Sulawesi, ada di Jawa Pantai Selatan, ada di Lampung, ada juga di Singkil. Ini lagi kami lihat, apakah di Sulawesi itu tepatnya di mana. Di Jawa bagian selatan tepatnya di mana, sekitar Sukabumi mungkin. Kemudian di Lampung tepatnya di mana," katanya.

Namun, dari total 100.000 hektar lahan tambak udang, tahun ini pemerintah menargetkan 30.000 hektar sudah bisa terealisasi.

"Jadi, kalau kita bisa bikin 30.000, 40.000, atau 50.000. Tapi target pertama kita sekarang 30.000 (Ha)," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Opsi Lain Tangani Kerugian Jiwasraya

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X