Kemenkop Terima 300.000 Laporan UMKM Terpukul Pandemi Covid-19

Kompas.com - 12/08/2020, 05:07 WIB
Kantor Kementerian Koperasi dan UKM KONTAN/DANIEL PRABOWOKantor Kementerian Koperasi dan UKM
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Fiki Satari menyatakan sejak awal pandemi Covid-19, pihaknya selalu mengedepankan konsep gotong royong untuk memulihkan usaha para pelaku UMKM di Indonesia.

“Sejak awal pandemi terjadi, yang dikedepankan Kementerian Koperasi dan UKM adalah gotong royong, karena ada refocussing dan restrukturisasi anggaran terkait program yang sebelumnya direncanakan, kemudian menjadi berbeda, maka harus didesain ulang, disesuaikan," ujarnya dalam Webinar Gotong-royong #JagaUMKM Indonesia yang disiarkan secara virtual, Selasa (11/8/2020).

Berdasarkan data yang diterima oleh Kemenkop UKM, tercatat ada sebanyak 300.000 laporan dari para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Diburu Investor, Permintaan SUN RI Tembus Rp 106 Triliun

“Kami menerima lebih dari 300.000 laporan, sudah dihimpun secara daring, by name, by address, by NIK, geotagging, sampai dengan business intelligence-nya. Dengan adanya data ini bisa dijadikan dasar bagi kami untuk mendesain program, yang bukan hanya cepat, tapi juga tepat sasaran," kata dia.

Berangkat dari data tersebut, kata dia, Kemenkop UKM akan mendesain program yang memberikan dampak dan solusi terbaik bagi UMKM di tengah pandemi.

Fiki mengatakan ada 3 fase yang dilakukan pihaknya dalam upaya pemulihan ekonomi bagi sektor koperasi dan UMKM.

Dalam fase mitigasi atau survive, bansos diberikan kepada UMKM agar usaha tidak berhenti seketika.

Baca juga: Program Listrik Gratis Diperpanjang, Pemerintah Siap Suntik PLN Rp 12,18 Triliun

Kemudian, dalam fase reaktivasi atau recovery, diperlukan sosialisasi, termasuk narasi rasa aman yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Selain itu perlu juga dilakukan dorongan dan edukasi bagi para pelaku UMKM untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam menjalankan usahanya.

Sementara untuk fase ketiga adalah penumbuhan kembali. Ia menjelaskan pemerintah saat ini telah mendorong bantuan produktif untuk usaha mikro melalui program PEN.

“Program PEN dengan total nilai sebanyak Rp 123,46 triliun ini fase pengembangan UMKM, selanjutnya, yaitu regrowth, agar bisnis yang dijalankan oleh UMKM itu bisa sustain atau dapat berkelanjutan," pungkasnya.

Baca juga: Realisasi Subsidi Bunga UMKM Baru Rp 1,5 Triliun



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X