Ganjar Minta Proyek Pipa Gas Cirebon-Semarang Dipercepat

Kompas.com - 12/08/2020, 07:19 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon Semarang di Hotel Po, Semarang, Selasa (11/8/2020). KOMPAS.com/istimewaGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon Semarang di Hotel Po, Semarang, Selasa (11/8/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong percepatan pembangunan pipa ruas Cirebon-Semarang (CISEM) yang dilakukan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind).

Proyek Ruas Transmisi CISEM merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 79 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan.

Program ini juga sebagai upaya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendukung program diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar bersubsidi dan beralih ke penggunaan alternatif gas bumi untuk sektor rumah tangga, transportasi dan industri.

Baca juga: [POPULER MONEY] Informasi Lengkap tentang Subsidi Gaji Rp 600.000

Pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas CISEM ini nantinya berguna dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi trans Sumatera dan Jawa.

Untuk itu, Ganjar menginginkan proyek tersebut bisa segera dibangun pertengahan September mendatang untuk suplai gas beberapa kawasan industri yang ada di Jawa Tengah.

"Saya harapkan September pertengahan sudah dibangun. Kalau gas bumi ini bisa mengalir, beberapa kawasan industri yang disiapkan seperti Kendal, Batang dan kawasan industri Wijayakusuma akan bisa terbantu karena relatif lebih ramah lingkungan," kata Ganjar saat menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon Semarang di Hotel Po, Semarang, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Mengenal Prinsip Bagi Hasil di Bank Syariah

Ganjar mengungkapkan, pembangunan proyek tersebut membutuhkan pengawasan agar dapat dilakukan percepatan.

"Kendalanya hanya butuh kita melakukan kontrol kita lakukan pengawasan agar dilakukan percepatan. Maka Rekind ada pencapaian segera mengerjakan. Kalau problemnya kita tidak dikasih tahu kan kita tidak bisa bantu," katanya.

Baca juga: Pekerja yang Tunggak Iuran BP Jamsostek Tetap Dapat Subsidi Gaji

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X