Mentan Yakin Sektor Pertanian Bisa Bertahan meski Terjadi Resesi Ekonomi

Kompas.com - 13/08/2020, 22:21 WIB
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk tenang dengan tidak melakukan panic buying,, Kamis (30/4/2020). Dok. Kementrian PertanianMenteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk tenang dengan tidak melakukan panic buying,, Kamis (30/4/2020).

JAKARTA,KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pertanian menjadi sektor yang tidak terlalu terpengaruh meski ekonomi mengalami resesi. Sebab pangan akan selalu dibutuhkan sekalipun saat krisis ekonomi.

"Pertanian, memang menurut pengalaman saya dari resesi ke resesi, tidak pernah terganggu terlalu besar, dampaknya ada, tetapi paling tidak tetap dibutuhkan orang, semua butuh makan," ungkapnya dalam webinar Ketersediaan dan Keterjangkauan Pangan Dalam Pelaksanaan PEN, Kamis (13/8/2020).

Ia mengatakan, ketika semua orang tetap membutuhkan pangan maka peran sektor pertanian selalu penting. Hal ini menunjukkan pertanian menjadi sektor yang terus menjanjikan, sekalipun sektor ekonomi lainnya terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Punya Usaha Belum 6 Bulan, Bagaimana Cara Dapat Kredit Bunga 0 Persen?

"Berarti dalam posisi itu butuh pertanian atau ketahanan pangan. Sehingga ini (pertanian) tetap menjanjikan untuk bisa kita akselerasi lagi," kata dia.

Syahrul mengatakan, Indonesia merupakan negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama air dan sinar matahari sehingga menjadi tempat bagi sektor pertanian untuk terus berkembang.

Oleh sebab itu, pertanian diyakini mampu menjadi pendongkrak perekonomian nasional, terutama di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi.

"Karena lapangan kerja buat pertanian itu cukup, jadi ini ruang-ruang terbuka untuk ekonomi seburuk apapun besok, memang pertanian jadi ruang bagi masyarakat untuk bisa bercocok tanam setidaknya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri," kata Syahrul.

Ia menambahkan, di tengah pandemi seperti saat ini pasokan beras dalam negeri juga dipastikan aman. Menurutnya, pada akhir Juni 2020 stok beras suplus 3,86 juta ton.

Baca juga: Ini Kebiasaan yang Buat Literasi Keuangan Milenial Rendah

Saat ini, Indonesia tengah berada diambang jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi nasional minus 5,32 persen pada kuartal II-2020.

Bila kinerja negatif ini terus berlanjut ke kuartal III-2020, maka Indonesia akan resmi masuk jurang resesi. Para ekonom memperkirakan pada kuartal III-2020 ekonomi Indonesia masih terkontraksi.

Meski demikian, pada kuartal II-2020 kinerja sektor pertanian tetap berhasil tumbuh positif, di tengah sektor ekonomi lainnya yang terkontraksi. Sepanjang April-Juni 2020 sektor pertanian tetap tumbuh sebesar 2,19 secara tahunan.

Sementara, pertumbuhan sektor industri minus 6,19 persen, sektor perdagangan minus 7,57 persen, sektor konstruksi minus 5,39 persen, dan sektor pertambangan minus 2,72 pesen.

Baca juga: Soal Subsidi Gaji Rp 600.000, Ini Keluhan Pengusaha



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Whats New
Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Whats New
Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Whats New
Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Whats New
KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

Whats New
[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

Rilis
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

Rilis
Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Whats New
Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Whats New
H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

Rilis
Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Whats New
Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Whats New
BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

Rilis
Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Rilis
Penukaran Uang Baru Terbatas, Nasabah Pilih Tarik di ATM Pecahan Rp 20.000

Penukaran Uang Baru Terbatas, Nasabah Pilih Tarik di ATM Pecahan Rp 20.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X