Jokowi: Jangan Biarkan Krisis Membuahkan Kemunduran

Kompas.com - 14/08/2020, 10:47 WIB
Presiden Joko Widodo tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Kepala Negara memilih menggunakan pakaian adat Sabu, Nusa Tenggara Timur, pada sidang tahunan yang digelar di tengah pandemi Covid-19 kali ini. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo tiba di lokasi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Kepala Negara memilih menggunakan pakaian adat Sabu, Nusa Tenggara Timur, pada sidang tahunan yang digelar di tengah pandemi Covid-19 kali ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia harus bisa membajak momentum krisis yang diakibatkan pandemi virus corona (Covid-19) untuk menjadi negara yang lebih maju.

Hal tersebut dia sampaikan ketika memberikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR 2020 jelang HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8/2020).

"Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," ujar Jokowi.

Baca juga: Memori Sri Mulyani Soal Jokowi yang Bisnisnya Untung Saat Krisis 1998

"Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara Upper Middle Income Country. 25 tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia Negara Maju," jelas dia.

Lebih lanjut Kepala Negara mengatakan, krisis tengah memaksa Indonesia untuk menggeser channel cara.

Dari yang sebelumnya menggunakan cara-cara normal menjadi ekstra normal, dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut. Dari orientasi prosedur menjadi orientasi hasil.

"Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas, kecepatan, dan ketepatan sangat dibutuhkan," jelas Jokowi.

Selain itu, menurut dia pola kerja juga harus memprioritaskan efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi.

"Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan," ujar Jokowi.

"Jangan sia-siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis. Jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran. Justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan," ujar dia.

Baca juga: Krisis Kepercayaan Membuat Perusahaan Pembiayaan Sulit Raih Pendanaan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X