Kompas.com - 26/08/2020, 07:22 WIB
Aktivitas petugas PLN di lokasi Proyek Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) 500 kV Lengkong, Cibogo, Cisauk, Tangerang, Banten, Jumat (7/12/2018). PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pekerjaan peningkatan kapasitas pada transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 500 kV jalur Balaraja - Lengkong - Gandul (BALEGA). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIAktivitas petugas PLN di lokasi Proyek Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) 500 kV Lengkong, Cibogo, Cisauk, Tangerang, Banten, Jumat (7/12/2018). PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pekerjaan peningkatan kapasitas pada transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) 500 kV jalur Balaraja - Lengkong - Gandul (BALEGA).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN diketahui memiliki tunggakan utang mencapai Rp 694,7 triliun. Masalah utang tersebut sempat dipertanyakan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Mulan Jameela.

Berdasarkan data laporan keuangan kuartal I-2020, total utang yang dimiliki PLN terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp 157,7 triliun dan utang jangka panjang Rp 537 triliun.

“Dengan kondisi keuangan seperti ini tentu saja cukup mengagetkan dan tidak sehat,” kata Mulan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI, Selasa (25/8/2020) lalu.

Mantan vokalis Grup Band Ratu ini membeberkan, utang tersebut berasal dari pembiayaan terhadap program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Megawatt (MW).

Baca juga: PLN: Stimulus Listrik untuk Pelanggan Industri, Bisnis, dan Sosial Berlaku Otomatis

Dengan utang sebesar itu, dia mencecar manajemen PLN terkait penyelesaian program ketersediaan listrik tanpa menaikkan tarif listrik yang membebani masyarakat.

"Dengan kondisi seperti ini apakah bisa PLN menjamin ketersediaan listrik nasional tanpa harus menaikkan listrik tarif listrik kepada masyarakat. Apa langkah yang dilakukan PLN untuk mengatasi dan membayar utang tersebut," kata Mulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu dilansir dari Antara, Direktur Utama PLN, Zulkifili Zaini, mengatakan pemerintah sendiri memiliki utang kepada perusahaan sebesar Rp 47 triliun.

Namun hingga kini, baru dibayarkan sebesar Rp 7 triliun. Piutang milik PLN ke pemerintah tersebut berasal dari program kebijakan listrik.

Baca juga: Rincian Semua Pelanggan PLN yang Mendapat Subsidi Tagihan Listrik

“Pemerintah menjanjikan sisa utang senilai Rp38 triliun pada akhir Agustus atau awal September 2020,” kata Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli berharap agar pemerintah dapat memenuhi janji dan melunasi utang subsidi listrik tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.