Paling Terpukul Saat Pandemi, UMKM Bisa Lakukan Ini

Kompas.com - 28/08/2020, 12:02 WIB
Wishnutama saat melakukan tinjauan ke bioskop di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Dok. Humas Kemenparekraf Wishnutama saat melakukan tinjauan ke bioskop di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ekonomi kreatif bisa memanfaatkan peluang saat pandemi Covid-19.

Adapun peluang yang dimaksud adalah mengakselerasi digital dalam pertumbuhannya, sehingga dampak pandemi Covid-19 yang berakibat pada penurunan pendapatan bisa diminimaliskan.

"Karena itu kami mendorong para pelaku usaha melakukan transformasi digital. Ini penting khususnya di era pandemi, di mana kita ketahui bersama, era digital ini terakselerasi dengan sangat cepat," kata Wishnutama dalam launching Karya Kreatif Indonesia (KKI) secara virtual, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Menkop Teten Bakal Alihkan Anggaran Subsidi Bunga ke BLT UMKM

Wishnu juga mendorong UMKM lebih kreatif dan inovatif dalam memunculkan produk-produk lokal yang baru, yang mampu bersaing dengan produk lokal yang sudah ada dan berkompetisi di luar negeri.

Kreatifitas dan inovasi harus dimunculkan karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.

"Kita tahu di sisi fashion, tiap daerah Indonesia punya karakter dan kreatifitas, misalnya dari kain, desain pakaian, dan batik. Di sisi kuliner apalagi, punya keunikan tersendiri," ungkap Wishnutama.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, Indonesia menjadi negara ketiga setelah AS dan Korea Selatan yang memiliki kontribusi ekonomi kreatif terbesar bagi perekonomian nasional.

Sumbangan ekonomi kreatif di AS pada ekonomi nasional sebesar 11,36 persen, Korea Selatan 8,9 persen, dan Indonesia sebesar 7,28 persen.

Tiga kontributor terbesar PDB ekonomi kreatif adalah dari subsektor fashion sebanyak 41,4 persen, kuliner 17,6 persen, dan kriya sekitar 15 persen.

Ketiga sektor ini pun merupakan penyumbang ekspor ekonomi kreatif teratas. Fashion menyumbang ekspor sebesar 11.964 juta dollar AS, kriya 6.000 juta dollar AS, dan kuliner sebesar 1.300 juta dollar AS.

"Dengan kekayaan tersebut, industri ekonomi kreatif Tanah Air memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan karena banyak ide yang bisa diambil dari kearifan lokal," pungkasnya.

Baca juga: Ini Tantangan UMKM di Tengah Pandemi Menurut Menteri Wishnutama



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X