KILAS

Pandemi, PGN Tetap Kembangan Infrastruktur dan Layanan Gas Bumi

Kompas.com - 28/08/2020, 16:47 WIB
Public Expose, di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8/2020) DOK. PGNPublic Expose, di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8/2020)

KOMPAS.com - Di tengah pandemi Covid-19, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas yang mengelola dan mengoperasikan layanan gas bumi, tetap melaksanakan pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi di seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut untuk menjalankan kegiatan operasi yang efisien, sehingga memperluas penggunaan gas bumi, dan mendorong bauran energi domestik.

Adapun sejumlah proyek infrastruktur baru PGN adalah pembangunan Pipa Minyak Rokan sepanjang 367 kilometer (km) oleh PT Pertamina Gas (Pertagas), di koridor Minas-Duri-Dumai dan Balam-Bangko-Dumai, Wilayah Kerja Rokan.

Jaringan pipa minyak berukuran 4-24 inci tersebut dapat memperkuat portofolio, meningkatkan pendapatan transportasi migas perseroan dan lifting dari Blok Rokan, serta mendorong efisiensi biaya pelaksanaan proyek strategis nasional.

Baca juga: PGN Targetkan Ekspansi Bisnis LNG ke Pasar Internasional

“Pipa ini kami targetkan akan komersial dan menyalurkan minyak sekitar 265.000 barel per hari pada akhir 2021. Umur ekonomis proyek ini sekitar 20 tahun,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, dalam Public Expose, di Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan, target on stream pada jalur Utara melalui koridor Balam-Bangko-Dumai dan Duri-Dumai, dilaksanakan pada triwulan III 2021. Sedangkan jalur Selatan melalui koridor Minas-Duri on stream pada awal 2022.

Selanjutnya, PGN juga melaksanakan proyek gasifikasi kilang Pertamina, yang saat ini menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau liquified Petroleum gas (LPG) dengan total volume penyaluran potensial sekitar 90 Billion British Thermal Unit Per Day (BBTUD) atau 16,4 ribu Barrel Oil Equivalent Per Day (BOEPD).

Gasifikasi dilakukan pada lima lokasi kilang yaitu program Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan, RDMP Balikpapan, RDMP Cilacap, Kilang Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), dan Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Baca juga: Begini Cara PGN Dukung Program Penyediaan Listrik 35.000 MW di Indonesia

“Pengoptimalan penyaluran pasokan gas ke kilang Pertamina dapat meningkatkan nilai keekonomian dan mencapai efisiensi energi kilang Pertamina,” kata Rachmat.

Sementara itu, untuk membantu pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi di sektor pembangkit, PGN melaksanakan proyek regasifikasi LNG untuk 56 pembangkit listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN), dengan estimasi kapasitas pembangkit sebesar 1,8 giga watt (GW).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X