Pertamina Pastikan Masih Jual Premium dan Pertalite, Tapi...

Kompas.com - 01/09/2020, 18:30 WIB
Bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium tetap tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina (Dok. Pertamina) Bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium tetap tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memastikan masih menyalurkan dua jenis bahan bakar dengan nilai oktan (Research Octane Number/ RON) di bawah 91, yakni Premium dan Pertalite.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, mengatakan penyaluran Premium sejalan dengan penugasan yang diberikan oleh pemerintah.

Oleh karenanya, selama penugasan tersebut masih diterapkan, maka Pertamina masih akan menjual Premium atau BBM RON 88.

Baca juga: Update Rencana Pertamina Hapus Pertalite dan Premium dari SPBU

“Berdasarkan penugasan dari Pemerintah, saat ini Pertamina masih menyalurkan dan menyediakan Premium di Indonesia,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2020).

Penugasan penyaluran BBM jenis Premium tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018.

Selain Premium, Pertamina juga menyediakan jenis BBM Umum yang meliputi Perta Series, mulai dari Pertalite hingga Pertamax Turbo dan Dex Series, yakni Pertamina Dex dan Dexlite.

“Pertamina juga masih menyediakan Pertalite dan BBM lainnya di SPBU di Indonesia. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” tutur Fariyah.

Namun dalam rangka mendukung agenda global untuk mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor dan sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 20 Tahun 2017, Pertamina akan terus konsisten mengedukasi konsumen dan mendorong penggunaan BBM dengan kualitas lebih baik serta lebih ramah lingkungan.

Baca juga: ESDM Sebut Tak Mungkin Pertamina Jual Rugi Pertalite

“Sesuai kesepakatan dunia dan pemerintah, setiap negara berupaya menurunkan emisi karbon dan mengurangi polusi udara, salah satunya dengan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengkajian terkait penyederhanaan produk BBM mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.

"Kita akan mencoba melakukan pengelolaan hal ini karena sebetulnya Premium dan Pertalite ini porsi konsumsinya paling besar," kata Nicke

Menurut dia, hanya tinggal tujuh negara yang masih menjual produk gasolin di bawah RON 90, yakni Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan, dan Indonesia.

Padahal, sebut Nicke, Indonesia masuk kelompok negara yang memiliki GDP 2.000 dollar AS hingga 9.000 dollar AS per tahun. Berdasarkan klasifikasi tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memasarkan jumlah jenis produk BBM paling banyak, yakni enam jenis produk.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X