Peran Fintech Dinilai Semakin Penting di Tengah Pandemi

Kompas.com - 01/09/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi Fintech thinkstockphotosIlustrasi Fintech
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – General Manager Kredivo Indonesia Lily Suriani mengatakan peran fintech di tengah pandemi semakin penting, terlebih dalam turut menjaga daya beli masyarakat.

Kemudahan, keamanan, dan fleksibilitas pembayaran yang dihadirkan fintech dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen Indonesia dalam berbelanja online.

“Komitmen untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai inovasi akan mampu untuk meningkatkan pertumbuhan transaksi di e-commerce,” kata Lily melalui siaran media, Selasa (1/9/2020).

Lily mengatakan, sebagai platform kredit digital yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lebih dari 70 persen porsi transaksi Kredivo berasal dari e-commerce.

Baca juga: Pengusaha Beberkan Lambatnya Penyerapan Anggaran Insentif Covid-19

Dari catatannya, terjadi peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada Semester I-2020. Khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, pulsa, voucher, home appliances, produk kesehatan dan kecantikan, serta produk penunjang hobi dan olahraga.

“Kami terus mengedukasi konsumen untuk bijak dalam bertransaksi, baik dalam jumlah maupun tujuan peminjaman yang harus sesuai dengan kebutuhan dan anggaran,” ungkap Lily.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan jumlah transaksi juga sejalan dengan riset yang dilakukan Kredivo bersama Katadata Insight Center yang menunjukkan konsumen semakin yakin bertransaksi dalam nominal besar.

Baca juga: Perppu Reformasi Keuangan Dinilai Tak Logis, Cederai Independensi Bank Sentral...

Keyakinan tersebut terlihat dari rata-rata nilai transaksi di e-commerce yang meningkat dari tahun 2018 ke 2019 di 13 kategori produk seperti komputer dan aksesorisnya.

Di sisi lain, tren kepercayaan pada transaksi online membuat anak muda mengalokasikan lebih banyak pendapatannya untuk belanja online.

Riset yang sama juga menunjukkan konsumen di rentang usia 18-35 tahun mengalokasikan 4,7 - 5,1 persen dari pendapatannya untuk belanja online. Sementara itu, konsumen berusia di atas 35 tahun membelanjakan 3,6 – 4,3 persen dari pendapatannya per bulan.

Baca juga: Penerima Subsidi Gaji, Waspada Penipuan dan Pencurian Data



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Luhut Minta Kepala Daerah Hadirkan Produk dan Layanan Premium

Whats New
Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Earn Smart
6 Perempuan Muda Ini Bakal 'Ambil Alih' Jabatan Erick Thohir

6 Perempuan Muda Ini Bakal "Ambil Alih" Jabatan Erick Thohir

Whats New
Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Antisipasi Keputusan The Fed, Manajer Investasi Ubah Racikan Portofolio Aset Investasi

Whats New
Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Jangkau Segmen Ultramikro, Bank Mandiri Ingin Geser Peran Rentenir yang Memberatkan

Whats New
Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Ada Larangan, Platform Aset Kripto Dunia Mulai Tutup Pendaftaran Akun Pengguna Asal China

Whats New
Anggaran Sektor Pariwisata Dipangkas untuk Penanganan Pandemi

Anggaran Sektor Pariwisata Dipangkas untuk Penanganan Pandemi

Whats New
Update Rincian Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2021

Update Rincian Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2021

Spend Smart
Gairahkan Pariwisata, Pemerintah Masih Andalkan Wisatawan Domestik

Gairahkan Pariwisata, Pemerintah Masih Andalkan Wisatawan Domestik

Whats New
MNC Gunakan Layanan Amazon Web Services untuk MotionBanking, Apa Kelebihannya?

MNC Gunakan Layanan Amazon Web Services untuk MotionBanking, Apa Kelebihannya?

Rilis
Mendag Targetkan Transaksi Dagang TEI 2021 Capai 1,5 Miliar Dollar AS

Mendag Targetkan Transaksi Dagang TEI 2021 Capai 1,5 Miliar Dollar AS

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah pada Penutupan Sesi I Perdagangan

IHSG dan Rupiah Kompak Melemah pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
HUT Ke-3, MyValue Tebar Diskon hingga Hadiah Langsung

HUT Ke-3, MyValue Tebar Diskon hingga Hadiah Langsung

Spend Smart
OJK: Banyak Anak Muda Alami Rugi Saat Investasi karena Teperdaya Janji Manis Influencer

OJK: Banyak Anak Muda Alami Rugi Saat Investasi karena Teperdaya Janji Manis Influencer

Whats New
Ini 6 Pasar Tradisional yang Akan Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

Ini 6 Pasar Tradisional yang Akan Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.