Kurangi WNI Berobat ke Luar Negeri, Erick Thohir Mau Bangun Kawasan Kesehatan

Kompas.com - 16/09/2020, 14:18 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah bakal membangun kawasan kesehatan untuk menunjang industri kesehatan di dalam negeri.

Menurut Erick, nantinya pemerintah akan mengundang penemu, ahli atau dokter untuk bekerja sama dalam mengembangkan kawasan kesehatan tersebut.

"Kami sedang mem-propose untuk membangun kawasan kesehatan, agar penemu atau dokter, atau ahli bisa menjadi partner dengan kami," ujar Erick dalam video conference, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir Mau Ajak MUI ke China, Lihat Produksi Vaksin Covid-19

Lebih lanjut dia menjelaskan, kawasan kesehatan tersebut untuk menjaring peluang pasar industri kesehatan yang sangat besar di Indonesia.

" Kawasan kesehatan ini kalau jadi, potensi market-nya luar biasa. Sekarang banyak sekali rakyat Indonesia yang mencari kesehatan di luar negeri. (Nanti) tidak perlu jauh-jauh," ujarnya.

Erik mengatakan, untuk mewujudkan kawasan kesehatan tersebut, pemerintah bakal mengundang investor baik invsestor asing maupun lokal.

"Hal ini juga membuka partnership dengan siapapun, baik foreign investment atau pengusaha lokal," kata dia.

Sebelumnya Erick juga mengungkapkan rencana untuk memproduksi obat paracetamol di dalam negeri.

Sebab selama ini, paracetamol merupakan salah satu obat yang harus di impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Erick Thohir: Pemerintah Tak Lockdown Bukan Semata-mata karena Pentingkan Ekonomi

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X