Erick Thohir Mau Ajak MUI ke China, Lihat Produksi Vaksin Covid-19

Kompas.com - 15/09/2020, 16:22 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, akan mengajak Majelis Ulama Indonesia ( MUI) ke China untuk melihat proses produksi vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan vaksin Covid-19 buatan China terjamin kehalalannya.

“Kita juga pastikan vaksin ini halal dan juga standar kita, karena itu kita kirimkan BPOM ke UAE dan Insya Allah ke China bersama MUI Oktober ini,” ujar Erick dalam webinar, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Erick Thohir: RI Paling Agresif di Asia Tenggara Soal Pencarian Vaksin Covid-19

Erick menambahkan, ketika penyuntikan vaksin Covid-19 kepada para relawan di Bandung sendiri pihaknya juga telah menggandeng MUI dan BPOM.

“Pada saat uji coba vaksin pertama di Bandung MUI juga hadir,” kata pria yang juga menjabat menteri BUMN itu.

Selain itu, Erick juga telah bertemu dengan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin untuk membicarakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China ini.

“Saya juga datang ke Pak Wapres untuk memastikan proses ini didukung dan tentu kita menjanjikan kehalalan dari vaksin ini,” ucap dia.

Baca juga: Lapor ke Wapers, Erick Thohir: Vaksin Halal Jadi Prioritas

Diketahui, Indonesia sendiri melalui PT Bio Farma tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China. Saat ini, Sinovac tengah melakukan uji klinis tahap tiga di Indonesia, Bangladesh, Arab Saudi, dan Turki.

Selain dengan Sinovac, Indonesia juga menjalin kerja sama terkait vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UAE), G42. Untuk G42, melakukan uji klinis sendiri di UEA.

Indonesia telah mengirim tim ke UEA untuk memantau uji klinis tersebut.

Jika proses uji klinis itu berjalan mulus, ditargetkan di awal 2021 sudah bisa dilakukan imunisasi massal bagi masyarakat Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X