Neraca Dagang RI Bulan Agustus, Menang Lawan AS Kalah dengan China

Kompas.com - 15/09/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi kontainer di pelabuhan. SHUTTERSTOCKIlustrasi kontainer di pelabuhan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Agustus 2020 neraca dagang nasional masih mengalami surplus dan juga defisit dengan beberapa negara mitra dagang.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, pada Agustus, surplus neraca dagang terbesar dialami dengan mitra dagang Amerika Serikat (AS). Tercatat, pada Agustus lalu Indonesia melakukan ekspor komoditas senilai 1,6 miliar dollar AS dan impor 578 juta dollar AS dengan Negeri Paman Sam.

“Pada Agustus ini dengan beberapa negara, neraca perdaganan kita mengalami surplus. Misalnya dengan Amerika Serikat, pada Agustus ini kita surplus 1,04 miliar dollar AS,” ujarnya, dalam konferensi pers virtual, Selasa (15/9/2020).

Baca juga: Jakarta PSBB Lagi, BPS: Akan Berpengaruh Besar ke Perekonomian RI

Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke AS adalah pakaian dan aksesoris rajutan atau bukan rajutan, dan mesin perlengkapan dan perlengkapan listrik.

Selain AS, Indonesia juga mengalami surplus sebesar 451 juta dollar AS dengan Filipina dan 425 juta dollar AS dengan India.

Sementara itu, pada Agustus 2020, RI masih mengalami defisit neraca dagang dengan beberapa negara. Defisit terbesar dialami dengan China, yakni sebesar 893 juta dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Defisit tersebut terjadi karena tingginya nilai impor dari Negeri Tirai Bambu tersebut, yakni sebesar 3,35 miliar dollar AS, sementara ekspor hanya sebesar 2,46 miliar dollar AS.

“Komoditas yang kita impor dari Tiongkok antara lain adalah laptop, buah-buahan anggur,” ujar pria yang akrab disapa Kecuk itu.

Baca juga: Awal Kuartal III 2020, RI Ekspor Kerapu ke Hong Kong

Setelah China, RI juga mengalami defisit sebesar 158 juta dollar AS dengan Brazil dan 116,7 juta dollar AS dengan Hong Kong.

Secara keseluruhan neraca dagang RI pada periode Agustus 2020 mengalami surplus sebesar 2,33 miliar dollar AS atau setara Rp 34,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.800 per dollar AS).

“Tentunya kita berharap ke depan ekspor kita akan semakin membaik, sehingga surplus akan meningkat dan ekonomi bisa cepat pulih kembali,” ucap Kecuk.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.