Ini Bisnis BUMN Peruri yang Dipermasalahkan Ahok

Kompas.com - 18/09/2020, 11:16 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui usai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANMantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui usai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku geram dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri.

Kekesalan Ahok disampaikan setelah Peruri yang juga merupakan badan usaha milik negara ( BUMN) meminta dana sebesar Rp 500 miliar untuk proyek digitalisasi paperless. Tawaran harga tersebut, menurut Ahok, tidak masuk akal. 

“Sekarang saya lagi paksakan tanda tangan digital. Tapi, Peruri masa minta Rp 500 miliar untuk proses paperless di kantor Pertamina, itu BUMN juga,” ujar Ahok dalam cuplikan video YouTube kanal Poin, dikutip pada Rabu (16/9/2020).

"Itu sama saja udah dapat Pertamina enggak mau kerja lagi, tidur sepuluh tahun, jadi ular sanca, ular piton saya bilang. Itu kan enggak masuk akal seperti ini, Anda Peruri sudah dapat Rp 10 miliar, Rp 20 miliar sudah bagus," ucap Ahok lagi.

Baca juga: Stafsus Erick Thohir: Masalah Pertamina dan Peruri Itu Urusan Bisnis

Digital paperless sendiri merupakan salah satu bisnis yang tengah fokus digeluti Peruri. BUMN pencetak uang ini membentuk anak usaha khusus untuk segmen bisnis ini, yakni PT Peruri Digital Security atau PDS.

PDS yang didirikan pada September 2011 ini beralamat Jalan Sunan Kalijaga Nomor 11, Jakarta Selatan. Dilansir dari laman resmi perusahaan, Peruri menawarkan tiga produk digital, yaitu Peruri Code, Peruri Sign, dan Peruri Trust.

Bidang usahanya antara lain keamanan dokumen, surat-surat berharga, transaksi keuangan, serta ancaman cyber crime. Produk yang disediakan PDS yakni smart card, otorisasi digital, biro perso, solusi pembayaran, dan layanan digital lainnya.

"Kami memiliki branding yang kuat selama ini sebagai penjamin keaslian, di mana dalam evolusi ke digital, peranan itu akan jauh lebih dibutuhkan," kata Direktur Utama Peruri Dwina Spetiani Wijaya dikutip dari Antara, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Pernyataan Lengkap Ahok yang Kritik Habis-habisan Pertamina

Salah satu produk digital Peruri tersebut yakni digital sign atau tanda tangan digital. Peruri Sign merupakan platform yang dimiliki Peruri untuk menjamin kerahasiaan data, melindungi integritas isi dokumen, menjamin keaslian data dan jaminan nirsangkal dari suatu dokumen elektronik sehingga dapat diketahui keabsahan dan keasliannya.

Digital signature merupakan tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X