Loket.com Bakal Genjot Layanan Event Online

Kompas.com - 22/09/2020, 15:31 WIB
Ilustrasi Online Learning, ilustrasi event online DOK. PIXABAYIlustrasi Online Learning, ilustrasi event online
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Loket.com mendongkrak layanan penyelenggaraan acara secara daring arau event online sebagai salah satu cara untuk meningkatkan bisnisnya.

Head of LOKET Tubagus Utama menyatakan pihaknya saat ini sedang fokus untuk menggenjot layanan event online.

"Selama masa pandemi ini kami melihat bahwa event online menjadi fokus utama kami. Kami akan genjot terus layanan ini," ujarnya dalam media briefing Loket.com, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Lewat Program ini, Pertamina Salurkan Rp 3,3 Miliar untuk UMKM

Menurut Tubagus, strategi menggenjot event online dilakukan karena melihat adanya pertumbuhan permintaan yang signifikan pada layanan event online.

Apalagi baru-baru ini pihaknya meluncurkan layanan baru yaitu Loket Live Studio yang memberikan kemudahan kepada para event creator untuk menyelenggarakan event secara virtual.

Dia menjelaskan melalui layanan ini para event creator bukan hanya bisa melakukan streaming event di LOKET Live Studio saja, tetapi semua perencanaan event seperti sistem penjualan tiket juga disediakan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biasanya ketika orang menyelenggarakan event mereka pasti repot mengatur urusan tiket. Tiket yang kececer lah, tiket yang belum dikirim ke penonton lah dan banyak lainnya, makanya melalui layanan ini kita berikan kemudahan-kemudahan itu kepada para event creator," jelasnya.

Baca juga: Andre Rosiade: Kalau Ada yang Bikin Gaduh Sikat Pak Erick Thohir...

Dia juga bilang layanan ini memiliki beragam kelebihan seperti penggunaan yang mudah, aman, cepat dan canggih.

"Cukup butuh webcam aja event bisa terlaksana, terus dari sisi amannya karena sudah diatur oleh sistem jadi 1 tiket hanya bisa digunakan untuk 1 orang atau 1 device saja. Jadi enggak ada lagi para penonton gelap yang bisa masuk ke event kami," ucapnya.

Tubagus mengatakan tidak ada yang bisa mengetahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Oleh sebab itu, lanjut dia, pihaknya sudah menyusun skenario untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bakal terjadi.

"Kami sudah siapkan roadmap-nya dan setiap 3 bulan atau 4 bulan kami akan keluarkan inovasi kami lagi. Kami berikan terus benefit-benefit atau beragam kemudahan bagi para event creator kami," ungkapnya.

Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9 Persen, Siap-siap Resesi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

Rilis
Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Smartpreneur
Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Whats New
Potensi Nikel Besar, Luhut Sebut RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

Potensi Nikel Besar, Luhut Sebut RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

Rilis
Mengapa Garuda Indonesia Harus Diselamatkan?

Mengapa Garuda Indonesia Harus Diselamatkan?

Whats New
Jakpreneur Fest 2021, Ini Promo yang Ditawarkan

Jakpreneur Fest 2021, Ini Promo yang Ditawarkan

Spend Smart
Hary Tanoe Targetkan Bisa Raih 10 Juta Nasabah MotionBanking Lewat Perhelatan Euro 2020

Hary Tanoe Targetkan Bisa Raih 10 Juta Nasabah MotionBanking Lewat Perhelatan Euro 2020

Whats New
Sambut HUT Ke-494 DKI Jakarta, Traveloka Tawarkan Diskon hingga 75 Persen

Sambut HUT Ke-494 DKI Jakarta, Traveloka Tawarkan Diskon hingga 75 Persen

Rilis
Bursa Hentikan Sementara Perdagangan Saham Garuda Indonesia

Bursa Hentikan Sementara Perdagangan Saham Garuda Indonesia

Whats New
Pensiun Dini lalu Dikontrak Kerja lagi di Perusahaan yang Sama, Bagaimana Perhitungan dan Lapor SPT Pajaknya?

Pensiun Dini lalu Dikontrak Kerja lagi di Perusahaan yang Sama, Bagaimana Perhitungan dan Lapor SPT Pajaknya?

Whats New
Kembali Turun, Berikut Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Kembali Turun, Berikut Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Whats New
Investor Saham di NTT Tembus 10.322, Ada Ibu Rumah Tangga

Investor Saham di NTT Tembus 10.322, Ada Ibu Rumah Tangga

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X