IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Cek Saham yang Bisa Dilirik

Kompas.com - 28/09/2020, 08:10 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) hari ini diproyeksikan akan melanjutkan penguatan meski terbatas. Akhir pekan lalu, IHSG ditutup menguat 2,13 persen 4.945,79.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG mendapatkan sentimen positif dari penerapan PSBB di DKI Jakarta yang diklaim berhasil menekan peningkatan kasus Covid-19 dan juga vaksin asal China yang akan segera didistribusikan ke seluruh dunia.

Sementara sentimen negatif, datang dari eksternal yakni kebijakan stimulus fiskal AS yang masih belum disepakati. Selain itu, kondisi peningkatan kasus Covid-19 secara global masih menunjukkan indikasi perlambatan ekonomi. Dari intenal, aliran dana asing terus keluar dari pasar domestik yang terjadi selama lebih dari 16 pekan.

Baca juga: Melonjaknya Kasus Covid-19 Jadi Penyebab IHSG Jatuh 2,24 Persen dalam Sepekan

“Pasar saham terlihat dipengaruhi berita positif dan negatif. Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat di awal pekan, namun ada indikasi pelemahan,” kata Hans, Minggu (27/9/2020).

Kabar vaksin perusahaan China yang berhasil menjadi tambahan sentimen positif. Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan, vaksin Covid-19 buatan China terbukti berhasil dalam uji klinis tahap 3. Oleh sebab itu, WHO memastikan vaksin akan segera didistribusikan secara merata ke semua penjuru dunia.

Di sisi lain, sentimen negatif muncul dari aliran dana asing yang terus keluar dari bursa saham Indonesia. Tercatat sudah 16 pekan asing terus melakukan penjualan, dan pekan ini tercatat net sell asing Rp 2,17 triliun atau dalam 3 bulan terakhir asing tercatat melakukan penjualan Rp 28,39 triliun.

Meskipun investor lokal cukup kuat mengangkat indeks ditengah tekanan jual asing, tetapi tidak dapat dipastikan akan berapa lama. Salah satu faktor yang diperkirakan membuat dana asing keluar adalah penanganan Covid-19 yang lemah dan kasus baru yang terus naik.

Selain itu, pengetesan di Indonesia juga masih rendah, ditambah dengan kabar revisi UU Bank Indonesia yang berpotensi menghilangkan independensi Bank Sentral serta pengalihan pengawasan industri keuangan dari OJK ke BI.

“Walaupun isu (RUU BI) sudah dibantah tetapi berkontribusi pada pelemahan nilai tukar rupiah dan keluarnya dana asing. Rupiah yang melemah di tambah keluarnya dana asing membuat IHSG sulit menguat signifikan dan cenderung sideways sampai akhir tahun,” tegas dia.

Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 4.900 sampai dengan 4.820 dan resistance pada level 4.950 sampai dengan 4.987.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Bangga Buatan Indonesia, Luhut Ajak Masyarakat Beli Sepeda Produk Lokal

Whats New
Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Covid-19 Bikin Bisnis Hotel dan Restoran di Jakarta Kian Merana

Whats New
5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

5+ Rahasia dan Cara Mengatur Keuangan Freelancer Zaman Now

Earn Smart
Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Tarif Tol Jakarta-Bandung Terbaru di 2021

Spend Smart
Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Hati-hati, Ada Hoaks Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12!

Whats New
Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Pastikan Kelayakan Terbang Pesawat, Menhub Tinjau Ramp Check di Bandara Soetta

Whats New
Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Tarif Tol Terbaru dari Jakarta Menuju Semarang dan Surabaya di 2021

Spend Smart
Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Satpam Wajib Miliki KTA dan Ijazah, Berapa Biaya Pembuatannya?

Work Smart
Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Cerita Orang Terkaya Paling Muda di India, Pernah Jualan HP Kini Punya Harta Rp 21,7 Triliun

Work Smart
MONEY SEPEKAN:  6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

MONEY SEPEKAN: 6 Maskapai Indonesia yang Kini Tinggal Nama | Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Butuh Nikelnya

Whats New
Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Selain Kendaran Listrik, Ini Pendongkrak Melejitnya Harga Nikel

Whats New
Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Elon Musk Sumbangkan 5 Juta Dollar AS untuk Akses Pendidikan Gratis

Whats New
Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Pasca Gempa Majene, Kemenhub Pastikan Pelayanan Penerbangan di Sulawesi Barat Normal

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Utang Pemerintah Tembus Rp 6.000 Triliun

Whats New
Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Erick Thohir Minta 15 Persen Direksi BUMN Dijabat Perempuan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X