Beroperasi 2021, KEK Galang Batang Bakal Serap 23.000 Tenaga Kerja

Kompas.com - 27/09/2020, 20:07 WIB
Selain kemajuan dalam penanganan Covid-19, upaya pemulihan ekonomi pun menunjukkan kabar menggembirakan. Hingga pekan ini, tingkat penyerapan anggaran PEN sudah mendekati 40 persen, sebab dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi percepatan penyerapan anggaran PEN. DOK KEMENKO PEREKONOMIANSelain kemajuan dalam penanganan Covid-19, upaya pemulihan ekonomi pun menunjukkan kabar menggembirakan. Hingga pekan ini, tingkat penyerapan anggaran PEN sudah mendekati 40 persen, sebab dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi percepatan penyerapan anggaran PEN.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau ditargetkan menyerap sekitar 23.000 tenaga kerja. Hingga saat ini realisasi penyerapan tenaga kerja dalam tahap pembangunan sebesar 3.500 orang.

“Dengan tenaga kerja diserap tahap awal 3.500, diharapkan terus bertambah dan menimbulkan multiplier effect yang lain,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Minggu (27/9/2020).

Adapun realisasi investasi di KEK Galang Batang hingga September 2020 mencapai Rp 11 triliun. Pembangunannya saat ini telah mencapai 80 persen dan ditargetkan dapat beroperasi mulai tahun 2021.

Baca juga: Dirikan Perusahaan Patungan, Barito Pacific Sebut Siap Serap 10.000 Tenaga Kerja

KEK ini sedang melaksanakan beberapa pembangunan infrastruktur dan utilitas kawasan, refinery alumina, power plant, serta ditargetkan akan melakukan ekspor perdana sebanyak 1 juta ton Smelting Grade Alumina (SGA) pada tahun 2021.

Selain itu, rencananya juga akan akan dibangun industri tekstil di KEK Galang Batang. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga kerja dari istri atau keluarga pekerja/buruh PT BAI.

"Ini adalah pendekatan yang unik yang tidak banyak dilakukan di berbagai pabrik," ujarnya.

Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Suhartono menambahkan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, guna memenuhi target 23.000 tenaga kerja yang dibutuhkan KEK Galang Batang.

“Kami akan melakukan kerja sama dengan kawasan agar penyiapan tenaga kerjanya lebih cepat. Kami juga akan meminta bantuan dinas dari luar kawasan untuk bisa mengirim tenaga kerja ke kawasan ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini sudah ada 90 tenaga kerja Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan di China untuk mendapatkan alih teknologi dan keterampilan.

“Mereka ini nanti akan menjadi pengganti teknologi dari tenaga kerja asing yang ada di sini," ujar Suhartono.

KEK Galang Batang merupakan salah satu KEK yang bertema industri, dengan lokasi strategis yaitu terletak di Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional, serta berhadapan dengan Singapura dan Malaysia.

Penetapan KEK ini diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama yakni industri pengolahan bauksit dan turunannya, dengan perkiraan investasi sebesar Rp 36,25 triliun dan penyerapan tenaga kerja paling tidak sebesar 23.200 orang, sampai dengan tahun 2027.

Nilai investasi tersebut masih berpotensi bertambah hingga 5,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 77 triliun. Proyek investasi tersebut mengakomodasi potensi terciptanya nilai tambah yang besar.

Baca juga: Perusahaan Pipa Baja Terbesar di Indonesia Ini Buka 12 Lowongan Kerja, Simak Syaratnya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X