Bangkit, IHSG dan Rupiah Pagi Menguat

Kompas.com - 29/09/2020, 09:41 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (29/9/2020). Demikian juga dengan mata uang Garuda yang menguat pada pembukaan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 4.926,22 atau naik 19,6 poin (0,4 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 4.906,54.

Sebanyak 188 saham melaju di zona hijau dan 71 saham di zona merah. Sedangkan 121 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 720 miliar dengan volume 1,24 miliar saham.

Baca juga: Big Hit Enterteinment Melantai di Bursa Saham Bikin BTS Jadi Miliuner, Produser Masuk Klub Triliuner

Sementara bursa saham Asia juga mayoritas bergerak di teritori positif. Indeks Strait Times  Singapura naik 0,41 persen, indeks Komposit Shanghai menguat 0,74 persen, dan indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 0,19 persen. Sedangkan indeks Nikkei Jepang turun 0,18 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang di pasar spot pagi ini menguat.

Melansir Bloomberg, pukul 09.12 WIB rupiah dibuka pada level Rp 14.875 per dollar AS, atau menguat 25 poin (0,17 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.900 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, hari ini rupiah berpeluang akan menguat terbatas. Sentimen negatif muncul karena kekhawatiran perlambatan pemulihan ekonomi yang dikahawatirkan pasar. Di sisi lain, tekanan dollar AS terhadap mata uang regional dinilai mampu mengerek rupiah menguat.

“Kekhawatiran ini masih bisa menjadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah hari ini. Tapi di sisi lain, dollar AS yang mulai tertekan sejak kemarin bisa menjadi pendorong penguatan rupiah terhadap dollar AS hari ini,” kata Ariston.

Pelemahan dollar AS dipicu oleh kelanjutan rencana stimulus paket dua AS dengan proposal terbaru senilai yang akan dirundingkan. Stimulus AS ini akan membantu pemulihan ekonomi di AS dan memberikan sentimen positif ke pasar aset berisiko.

“Rupiah berpotensi berbalik menguat bila sentimen pelemahan dollar AS berlanjut,” jelas dia.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.800 per dollar AS sampai dengan Rp 14.950 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X