Tingkat Pengembalian Pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Capai 98 Persen

Kompas.com - 02/10/2020, 14:08 WIB
Direktur Lembaga Keuangan Mikro, Suparlan saat memaparkan perkembangan Bank  Wakaf Syariah dalam media gathering di Banyuwangi, Sabtu (27/7/2019). FIKA NURUL ULYADirektur Lembaga Keuangan Mikro, Suparlan saat memaparkan perkembangan Bank Wakaf Syariah dalam media gathering di Banyuwangi, Sabtu (27/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com – Pengoptimalan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) seperti Bank Wakaf Mikro (BWM) di masa pandemi mutlak dilakukan.

Akademisi Universitas Padjadjaran (Unpad) Harlan Dimas mengungkapkan, LKM menjadi institusi yang paling mampu mengalirkan modal kepada usaha mikro dan kecil di sektor informal.

“Sampai 2018, hampir 500 juta masyarakat miskin bertambah baik hidupnya karena LKM,” ujar Harlan seusai Webinar Peluang dan Tantangan Keuangan Mikro Bagi UMKM pada Era dan Pasca Pandemi, Jumat (2/1/2020).

Data tersebut, sambung Harlan, diambil dari kajian Bank Dunia. Dalam laporan yang sama disebutkan, LKM dapat menjangkau 73 persen perusahaan mikro atau kecil yang tidak terjangkau bantuan pemerintah. Bahkan tingkat pengembalian pembiayaan yang disalurkan mencapai 98 persen.

Baca juga: Pengusaha Mikro Masih Bisa Daftar sebagai Penerima BLT Rp 2,4 Juta Per Bulan

Ia menilai, dengan tekanan perekonomian saat ini, LKM merupakan salah satu solusi untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil mereka bisa menyerap banyak tenaga kerja, dengan modal sedikit.

Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank KR 2 Jabar OJK Noviyanto Utomo menuturkan, saat ini terdapat 600.000 LKM yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dari jumlah tersebut terdapat 56 BWM.

Berdasarkan data sampai Agustus 2020 BWM telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 45,5 miliar dengan total 32.803 nasabah.

Baca juga: Mulai Oktober, Bank Wakaf Mikro Hijrah ke Ekosistem Digital

Di Jabar sendiri nilai pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp 7,52 miliar.

Ia mengungkapkan, pandemi cukup memengaruhi BWM yang aktivitasnya ada di pesantren karena sempat ada pembatasan aktivitas saat diterapkannya PSBB.

Hal itu menyebabkan angka kredit macet di BWM sempat mengalami peningkatan.

“Namun, kini perlahan berangsur membaik. Di sisi lain OJK juga mendorong digitalisasi di jasa keuangan dan UMKM untuk merespon perubahan yang terjadi akibat pandemi,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Whats New
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Whats New
Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Earn Smart
Aturan Baru Jokowi, Pemda Tak Bisa Asal Pungut Pajak dan Retribusi

Aturan Baru Jokowi, Pemda Tak Bisa Asal Pungut Pajak dan Retribusi

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 13 Ditutup Siang Ini

Whats New
[POPULER MONEY] Impor Beras Setelah Serukan Benci Produk Asing | Ribuan Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha

[POPULER MONEY] Impor Beras Setelah Serukan Benci Produk Asing | Ribuan Alumni Kartu Prakerja Jadi Wirausaha

Whats New
Pertamina Targetkan Kilang Hijau Cilacap Beroperasi Desember Tahun ini

Pertamina Targetkan Kilang Hijau Cilacap Beroperasi Desember Tahun ini

Rilis
Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Khusus Kargo dari Surabaya ke Hongkong

Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Khusus Kargo dari Surabaya ke Hongkong

Rilis
Berputar-putar 1 Jam, Lion Air Surabaya-Ambon Dialihkan ke Sorong

Berputar-putar 1 Jam, Lion Air Surabaya-Ambon Dialihkan ke Sorong

Whats New
Untung Rugi Jika Perusahaan Anda Go Public di BEI

Untung Rugi Jika Perusahaan Anda Go Public di BEI

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X