Bos Freeport Buka Suara soal Antam Garap Tambang Emas Bekas Kelolaannya

Kompas.com - 15/10/2020, 18:37 WIB
Tony Wenas saat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, Selasa (14/3/2017). KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNATony Wenas saat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia, Selasa (14/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Aneka Tambang Tbk (Persero) dikabarkan akan mengelola Blok Wabu, tambang emas bekas kelolaan PT Freeport Indonesia (PTFI). Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Merespons hal itu, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan, tambang tersebut merupakan bagian dari wilayah yang dikembalikan perseroan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2015.

Pengembalian wilayah seluas 180.000 hektar, yang di dalamnya terdapat Blok Wabu, merupakan bagian dari kesepakatan dalam amandemen kontrak karya (KK) PTFI.

Baca juga: Erick Thohir Minta PT Antam Garap Tambang Emas Grasberg Bekas Freeport

Tony mengatakan, lahan seluas 180.000 hektar yang dikembalikan tersebut dulunya merupakan wilayah eksplorasi perusahaan.

"Jadi memang ada beberapa sumber daya atau potensi-potensi yang terdapat di daerah yang kita lakukan di wilayah eksplorasi, yang sudah kita kembalikan ke pemerintah," ujarnya dalam diskusi virtual bersama Harian Kompas, Kamis (15/10/2020).

Dengan adanya pengembalian tersebut, PTFI saat ini hanya mengelola 10.000 hektar wilayah tambang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Tony mengaku sudah mengetahui rencana Antam untuk mengelola Blok Waku yang dulunya dikelola oleh PTFI.

"Kita juga mendengaar ada BUMN yang tertarik dengan wilayah tersebut. Tentu saja BUMN itu bisa bicara dengan Kementerian ESDM," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir sudah mengirim surat kepada Menteri ESDM Arifin Tasrif terkait dengan pengelolaan Blok Wabu kepada Antam.

Erick menyebut, Antam sebagai perusahaan tambang emas pelat merah tidak memilik tambang baru, padahal Antam memiliki cukup banyak karyawan yang hingga menembus 1.000 orang.

"Karena itu kami mengirim surat ke Menteri ESDM (Arifin Tasrif). Dan sudah koordinasi juga dengan Kepala BPKM, agar lokasi yang sudah diterima diberikan Freeport kepada negara diprioritaskan kepada BUMN untuk masuk dalam pengelolaan emas itu," terangnya.

Baca juga: Tambang Bekas Freeport Akan Diserahkan ke Antam, Ini Pendapat Ahli Pertambangan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.