Simak, Tips Bisnis ala Erick Thohir di Masa Pandemi Covid-19

Kompas.com - 28/10/2020, 14:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriMenteri BUMN Erick Thohir di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan tips dan trik berbisnis di masa pandemi Covid-19 ini.

Menurut mantan bos Inter Milan ini, pola berbisnis di masa pandemi Covid-19 bergeser ke ranah digital. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

“Kalau saya tambahin karena background-nya media, yaitu content. Karena memang industri ini akan terus berkembang, apalagi akses daripada digitalisasi akan terus berpenetrasi,” ujar Erick dalam webinar, Rabu (28/10/2020).

Baca juga: Erick Thohir Akui Pernah Pinjam Uang ke Ketum Kadin Saat Rintis Bisnis

Erick menambahkan, jika ingin terjun ke dunia bisnis kita harus terbiasa beradaptasi dengan zaman. Hal itu perlu dilakukan agar produk kita disukai pasar.

“Jadi kuncinya kita harus beradaptasi, harus berkolaborasi, tapi jangan lupa produk diferensiasi, itu penting. Punya produk yang punya unggulan dengan market yang terbentuk,” kata dia.

Erick mencontohkan, bisnis yang mempunyai peluang besar di masa pandemo Covid-19 ini adalah makanan sehat. Sebab, dengan adanya pandemi ini pola hidup masyarakat berubah.

“Sekarang dengan isu Covid ini salah satunya makanan sehat. Apakah itu vegan, ini adalah opportunity baru,” ungkapnya.

Baca juga: Erick Thohir Angkat Relawan Timses Jokowi Jadi Komisaris PLN

Menurut Erick, generasi muda Indonesia memiliki potensi untuk menciptakan trend. Hal ini bisa dilihat dari pengaruh media sosial yang begitu kuat.

Harusnya, dengan potensi tersebut masyarakat Indonesia bisa menangkap peluang bisnis yang menjanjikan.

“Nah itu yang saya bilang dari awal, jadilah generasi produktif, jangan jadi generasi konsumtif. Karena kalian yang menciptakan tren itu dan terbukti anak muda Indonesia bisa menciptakan tren. Apalagi dengan sosial media kita yang sekarang, semoga aja yang hoaks tidak diviralkan. Ini yang diviral-viralin jadi trend. Ini yang kita harapkan jadi opportunity,”’ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BI Prediksi Inflasi April 2021 Capai 0,15 Persen, ini Penyebabnya

BI Prediksi Inflasi April 2021 Capai 0,15 Persen, ini Penyebabnya

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Tunjangan Meugang bagi Pekerja di Aceh | Menambah Skill Memasak di Bulan Suci Ramadhan

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Tunjangan Meugang bagi Pekerja di Aceh | Menambah Skill Memasak di Bulan Suci Ramadhan

Rilis
Menko Luhut Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 314 Juta Ton di 2030

Menko Luhut Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 314 Juta Ton di 2030

Whats New
KPPU: Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hampir Semua Provinsi

KPPU: Harga Telur hingga Daging Ayam Naik di Hampir Semua Provinsi

Whats New
Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Apakah Diperbolehkan Daftar Sekolah Kedinasan dan Ikut Tes CPNS/PPPK?

Work Smart
Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Jalin Kerja Sama dengan JPEN, PGN Berusaha Dorong Daya Saing Industri Jateng

Rilis
Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Kemenperin Targetkan Industri Farmasi Tumbuh Double Digit pada 2021

Whats New
Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Permintaan Kredit Terus Tumbuh, Ini Indikatornya

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Beda Nasib LG dan Samsung | Belajar dari Italia Melestarikan Ekosistem Lingkungan

Rilis
Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Sandiaga Uno Targetkan Bali Bisa Dikunjungi Wisman Pada Tahun Ini

Whats New
Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Aset TMII Capai Rp 20,5 Triliun, Kemenkeu: Baru Tanahnya Saja

Whats New
Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Masih Calon Pulau, KKP Cek Lebih Lanjut Kemunculan Pulau Baru Usai Badai Seroja

Whats New
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | 'Power of Resilience' adalah Kunci

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] 4 Alasan Perempuan di Desa Memilih Tandur sebagai Profesi | "Power of Resilience" adalah Kunci

Rilis
Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Bernie Madoff, Penjahat Skema Ponzi Terbesar yang Meninggal di Penjara

Whats New
Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Ramadhan, Mendag Lutfi: Harga Bahan Pokok Stabil!

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X