Kompas.com - 01/11/2020, 10:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor terkait pengembangan alat PCR dan rapid test secara daring, di Jakarta, Jumat (2/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rakor terkait pengembangan alat PCR dan rapid test secara daring, di Jakarta, Jumat (2/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - "Saya hanya bisa menuliskan pesan ini sembari menatap ke jendela tempat karantina dan membayangkan wajah yang tetap cantik meskipun semburat rambut putihnya semakin banyak. Satu hal yang selalu saya ingat adalah bagaimana saya jatuh cinta sejak pertama kali saya bertemu dengannya di Bandung tahun 1965,"

Kata-kata di atas bukanlah kutipan dari novel romantis apalagi naskah drama Korea. Kata-kata tersebut disampaikan oleh seorang Luhut Binsar Pandjaitan. Iya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Di tengah sosoknya yang dikenal "garang" terkait urusan pemerintahan, Luhut juga punya sisi hangat kepada keluarga serta romantis kepada sang istri, Devi Pandjaitan Br Simatupang. Sisi lain tersebut kerap ia bagikan di akun media sosial pribadinya.

Baca juga: Ditutup Akhir November, Ini Cara Daftar BLT BPUM UMKM dan Mengecek Statusnya

Keluarga

Luhut masih seringkali teringat pada kenangan masa kecil dan kehidupan bersama orang tuanya di Simargala, Toba Samosir.

Mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu mengatakan menjalani kehidupan masa kecil bersama orang tua dan adik-adik dalam keadaan yang sangat sulit.

Cerita itu ia sampaikan dalam tulisan di akun Facebook pribadinya pada 19 April 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Luhut bercerita, sang bapak adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga dengan menjadi sopir bus AKAP di Sibualbuali. Gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Ia mengungkapkan, masa kecilnya dihabiskan dengan merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Pengalaman hidup di masa kecil itu ucapnya, selalu dijadikan pegangan dalam merumuskan berbagai kebijakan.

"Jadi kalau mau dibilang, saya adalah anak sopir bus AKAP dan dilahirkan dari seorang Ibu yang tangguh meskipun tidak tamat Sekolah Rakyat," tulis Luhut.

Baca juga: Pemberkasan CPNS Dimulai Hari Ini, Berikut Dokumen yang Harus Diunggah

Selain cerita ayah dan ibunya, Luhut juga sempat menunjukan beberapa perhatian kepada kelurganya. Salah satunya saat Faye Hasian Simanjuntak terpilih sebagai salah satu anak muda paling berpengaruh dalam Forbes Indonesia kategori "30 Under 30" 2020.

Faye adalah cucu tertua dari keluarga Luhut Binsar Panjaitan. Sang kakek pun mengetahui prestasi cucunya dan mengungkapkan kebahagiaannya.

"Suatu kebanggaan tersendiri untuk saya sebagai kakek dari seorang perempuan belia bernama Faye, yang mendedikasikan cita-cita hidupnya untuk membuat sebuah 'Rumah' perlindungan bagi anak-anak dari bahaya kejahatan perdagangan manusia dan kekerasan seksual," tulis Luhut di akun instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Sabtu (22/2/2020).

Baca juga: Jangan Pakai Pinjaman KTA untuk DP Rumah agar Keuangan Selamat

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.