Awal Perdagangan, IHSG dan Rupiah Melemah

Kompas.com - 02/11/2020, 09:51 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (2/11/2020).

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.091,33 atau turun 36,89 poin (0,72 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.128,22.

Sebanyak 94 saham melaju di zona hijau dan 208 saham di zona merah. Sedangkan 158 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,5 triliun dengan volume 1,3 juta saham.

Baca juga: Covid-19 dan Pilpres AS Jadi Sentimen IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG berpotensi melemah terdorong sentimen kenaikan kasus Covid-19 di berbegai negara. Misalkan saja, kenaikan kasus di Eropa yang mendorong Jerman dan Perancis melakukan pembatasan pada sektor bisnis.

Sentimen kenaikan kasus Covid-19 dari berbagai negara serta lock down di beberapa negara menjadi sentimen pemberat bagi bursa global,” kata Hendriko.

Sementara bursa saham Asia pagi ini berada di zona hijau dengan dipimpin indeks Nikkei yang naik 1,4 persen, kemudian indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,59 persen, dan indeks Strait Times bertambah 0,75 persen. Sedangkan Indeks Komposit Shanghai melemah 0,16 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, akhir pekan lalu pasar saham AS berada di zona merah. Indeks Nasdaq melorot 2,45 persen, indeks S&P 500 turun 1,21 persen, dan indeks Dow Jones terkoreksi 0,59 persen.

Adapun rupiah di pasar spot pagi ini melemah hingga 65 poin. Melansir Bloomberg, pada pukul 09.15 WIB rupiah berada pada level Rp 14.690 per dollar AS atau melemah 0,44 persen dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.625 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, rupiah hari ini tertekan sentimen kenaikan kasus Covid-19 dan pemberlakuan lockdown di beberapa negara Eropa.

“Pemberlakuan lockdown akan mengganggu pemulihan ekonomi. Ini berpotensi mendorong pelemahan rupiah terhadap dollar AS karena pasar mencari aman di dollar AS,” kata Ariston kepada Kompas.com.

Selain itu, stimulus fiskal AS yang ditunda juga mendorong pelaku pasar mencari aset aman. Sementara sentimen dari dalam negeri, pasar mewaspadai kegiatan demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang akan berlangsung hari ini.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini berpotensi menguat tipis dengan kisaran Rp 14.600 per dollar AS hingga Rp 14.750 per dollar AS.

Baca juga: Kerja Sama Multilateral di Banyak Negara Dorong Rupiah Menguat Sore Ini



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins 'Gish'

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins "Gish"

Rilis
Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Work Smart
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Whats New
Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Whats New
Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Earn Smart
Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Smartpreneur
Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Whats New
IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

Whats New
UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

Whats New
Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Whats New
Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Whats New
Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Smartpreneur
Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Whats New
Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Smartpreneur
Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X