Meski Bakal Negatif, Menko Airlangga Berharap Ekonomi Sudah Masuk Tren Positif

Kompas.com - 05/11/2020, 10:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 siang nanti, tepat pada pukul 11.00 WIB melalui Youtube BPS Statistics.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap, pertumbuhan ekonomi RI kuartal III 2020 akan lebih baik dibanding kuartal II 2020, yang notabene adalah posisi terendah.

"Kita berharap di kuartal III 2020 akan lebih baik dibanding kuartal II, sehingga secara tren kita masuk dalam tren positif meski pertumbuhan masih negatif," kata Airlangga dalam Seminar Transformasi Ekonomi Universitas Islam Bandung secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diramalkan Kembali Negatif, Indonesia Resesi?

Menurut Airlangga, harapan ekonomi menuju tren positif ada karena saat ini ekonomi mulai mengalami pemulihan, meski sempat menurun kembali saat PSBB jilid II dilakukan.

Dia merinci, Volatility Index (VIX) sudah membaik pada Oktober 2020 di angka 35,35. Purchasing Manager Index (PMI) sudah berada di angka 47,80, meski pada awal tahun 2020 masih lebih tinggi di level 50.

"Demikian pula dengan penjualan kendaraan/Otomotif, baik motor atau mobil, di mana sebelumnya turun dalam. Ritel menbaik, konsumen membaik, ada kenaikan impor barang modal maupun bahan baku penolong yang menunjukkan industri mulai beroperasi," ucap Airlangga.

Dari sisi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada di level 5.105 pada tanggal 4 November 2020, setelah pada Januari lalu berada di level 6.000.

Secara sektoral, beberapa industri mulai tumbuh dobel digit. Industri konsumsi tumbuh 29,70 persen dari periode 24 Maret hingga 4 November 2020, industri pertambangan tumbuh 30,16 persen.

Baca juga: Hadapi Resesi, Pemerintah Diminta Perluas Akses Pasar UMKM

Kemudian industri keuangan tumbuh 34,17 persen, industri dasar 48,57 persen, industri pertanian 40,54 persen, dan perdagangan 18,40 persen.

"Nilai tukar rupiah terhadap dollar sudah Rp 14.500. Yield (imbal hasil) obligasi pemerintah turun, yang artinya kita dianggap risk-nya (risiko) menurun," tuturnya.

Selanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia bisa saja lebih cepat dibanding beberapa negara, yang mengalami pertumbuhan ekonomi lebih negatif. Tercatat Malaysia sempat mengalami kontraksi -17 persen, Singapura -13 persen, Filipina -16 persen, bahkan India -23,9 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Whats New
Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun 'Waterpark' di Bogor

Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun "Waterpark" di Bogor

Smartpreneur
Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Terbaru, Ini Daftar 100 Pinjol Ilegal 2022 yang Ditutup OJK

Whats New
Ini Aneka Tantangan Bisnis Asuransi Jiwa di Tahun 2022?

Ini Aneka Tantangan Bisnis Asuransi Jiwa di Tahun 2022?

Work Smart
Dari LinkAja hingga Zenius, Inilah Deretan Perusahaan Start-up yang PHK Karyawannya

Dari LinkAja hingga Zenius, Inilah Deretan Perusahaan Start-up yang PHK Karyawannya

Whats New
Dapat Sanksi, Kegiatan KSP SB dan KSP FIM Wajib Lapor Kemenkop UKM

Dapat Sanksi, Kegiatan KSP SB dan KSP FIM Wajib Lapor Kemenkop UKM

Whats New
Laba Bersih ALDO Melesat 70,8 Persen Kuartal I 2022

Laba Bersih ALDO Melesat 70,8 Persen Kuartal I 2022

Whats New
Ironi Kereta Cepat: Ngotot Diklaim B to B, Tapi Pakai Duit APBN

Ironi Kereta Cepat: Ngotot Diklaim B to B, Tapi Pakai Duit APBN

Whats New
Menakar Risiko Fiskal 2023

Menakar Risiko Fiskal 2023

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.