Siap-siap, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Akan Naik, Ini Detailnya

Kompas.com - 12/11/2020, 05:42 WIB
Tarif integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-Cikampek Jasa MargaTarif integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-Cikampek

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan segera memberlakukan tarif terintegrasi untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Dengan adanya tarif terintegrasi tersebut, tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan mengalami kenaikan.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, kenaikan tarif akan disesuaikan besarannya berdasarkan pembagian empat wilayah penarifan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang telah diberlakukan pada 2019.

Baca juga: Tol Pekanbaru-Dumai Mulai Berbayar Pada 10 November

Adapun pembagian empat wilayah itu adalah, wilayah 1 Jakarta IC-IC-Pondok Gede, wilayah 2 Jakarta IC-Cikarang Barat, wilayah 3 Jakarta IC-Karawang Barat, dan wilayah 4 Jakarta IC-Cikampek.

"Nantinya, untuk pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated tidak perlu melakukan transaksi di akses masuk dan akses keluar jalan tol ini karena semuanya sudah menjadi satu tarif dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek," ujar Heru dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (12/11/2020).

Adapun detail tarif baru nantinya setelah adanya penyesuaian adalah sebagai berikut :

Baca juga: Tol Semarang-Demak Seksi II Ditargetkan Rampung Pada Maret 2022

Wilayah 1, Golongan I Rp 4.000, Golongan II Rp 6.000, Golongan III Rp 6.000, Golongan IV Rp 8.000, dan Golongan V Rp 8.000.

Wilayah 2, Golongan I Rp 7.000, Golongan II Rp 10.000, Golongan III Rp 10.500, Golongan IV Rp 14.000, dan Golongan V Rp 14.000.

Wilayah 3, Golongan I Rp 12.000, Golongan II Rp 18.000, Golongan III Rp 18.000, Golongan IV Rp 24.000, dan Golongan V Rp 24.000.

Wilayah 4, Golongan I Rp 20.000, Golongan II Rp 30.000, Golongan III Rp 30.000, Golongan IV Rp 40.000, dan Golongan V Rp 40.000.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja mengungkapkan, tarif baru ini akan diberlakukan sebelum 12 Desember 2020.

"Kami pastikan sebelum 12 Desember 2020 kami bisa berlakukan," kata Endra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X