Toba Pulp Lestari Terapkan Silvikultur 4.0 untuk Kegiatan Bisnis yang Berkelanjutan

Kompas.com - 12/11/2020, 18:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toba Pulp Lestari Tbk menerapkan silvikultur 4.0 guna menjaga dan meningkatkan produksi bibit eucalyptus yang menjadi bahan baku pulp sehingga perusahaan bisa menjalankan aktivitas usaha secara berkelanjutan.

Peneliti eucalyptus Toba Pulp Lestari Adventris Lestarina Hutagaol menjelaskan, melalui Silvikultur 4.0, perseroan mampu mempertahankan target hingga 2,6 juta bibit eucalytus per bulan. Hal ini memungkinkan produksi pulp dilakukan secara sustainable.

“Kami melakukan pengembangan pembibitan, penelitian tentang nutrisi tanah, pemantauan kesehatan tanaman, perbaikan pohon dan pembibitan dengan mengadaptasi metode terbaru. Inilah yang disebut ilmu Silvikultur 4.0,” ungkap Adventris Hutagaol dalam keterangan resmi, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Kelompok Tani Binaan Toba Pulp Lestari Panen Perdana

Sementara itu, Advisor Socap Toba Pulp Lestari Simon H. Sidabukke mengungkapkan, untuk mendukung Silvikultur 4.0, perusahaan konsisten melakukan riset dengan melibatkan akademisi serta lulusan perguruan tinggi dari universitas di Indonesia guna mampu menghasilkan bahan baku pulp yang berkualitas.

Simon mengungkapkan, salah satu yang dilakukan adalah dengan menggandeng Program Ilmu Kehutanan Universitas Sumatera Utara untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dalam rangka pengembangan riset yang dilakukan perusahaan.

“Kami di Toba Pulp selalu melakukan riset untuk pengelolaan bibit melalui klone di nursery, pengolahan tanah, penanganan terhadap hama dan penyakit, serta terus mencari bibit baru untuk menghasilkan pulp yang berkualitas guna memenuhi keinginan pasar,” kata Simon.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Dies Natalis Program Ilmu Kehutanan USU Prof. Mohammad Basyumi, S.Hut, M.Si. Ph.d mengatakan sumber daya hutan sangat penting sebagai penyumbang devisa negara, yang memiliki nilai eknomi dan ekologi tinggi.

Revolusi industri 4.0 atau revolusi industri generasi keempat menuntut pelaku industri sektor kehutanan harus mampu melakukan perubahan agar selalu bisa menjawab tantangan yang ada.

“Dalam pengelolaan hutan juga harus mampu mengikuti perkembangan, sehingga sektor kehutanan dituntut mampu mengimbangi perkembangan yang ada, melalui peningkatan sumber daya manusia”, katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Tapanuli Tengah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa

Whats New
Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Beras dan Cabai Naik, Simak Harga Pangan Hari ini

Spend Smart
Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi, Jokowi Fokus Cegah Kenaikan Harga Minyak Goreng

Whats New
Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak via Online dengan KTP

Whats New
Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Raup Rp 1,47 Triliun, Laba Antam Melonjak 132 Persen pada Kuartal I 2022

Whats New
Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Habis Resign atau di-PHK? Ini Cara Pindah BPJS Kesehatan ke Mandiri

Work Smart
Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Apa Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?

Whats New
Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari 'Middle Income Trap'

Ini Jurus Sri Mulyani Keluarkan Indonesia dari "Middle Income Trap"

Whats New
Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Bantah Pembangunan IKN Minim Pendanaan, Luhut: UEA Siapkan Investasi 20 Miliar Dollar AS

Whats New
Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Monitoring Karantina Sapi di Cilegon, SYL: PMK Ada, tetapi Bisa Disembuhkan

Whats New
Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Simak Denda BPJS Kesehatan jika Telat Bayar Iuran dan Cara Mengeceknya

Spend Smart
Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

Pandemi Covid-19 Memasuki Fase Endemi, Industri Pernikahan Kembali Menggeliat

Whats New
Lazada Bagi-bagi Hadiah ke 10 Penggunanya, Ada yang Dapat Voucher 10 Juta

Lazada Bagi-bagi Hadiah ke 10 Penggunanya, Ada yang Dapat Voucher 10 Juta

Spend Smart
Ekonomi Mulai Pulih, PLN Tambah Pasokan Listrik di Kawasan Bisnis Jakarta

Ekonomi Mulai Pulih, PLN Tambah Pasokan Listrik di Kawasan Bisnis Jakarta

Whats New
Prosedur, Syarat, dan Biaya Mutasi Motor di Samsat Tanpa Calo

Prosedur, Syarat, dan Biaya Mutasi Motor di Samsat Tanpa Calo

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.