Jadi Penyintas Covid-19, Menteri Edhy Mengaku Sempat Mimpi Buruk dan Tolak Ventilator

Kompas.com - 13/11/2020, 11:26 WIB
Menteri KP 2019-2024 Edhy Prabowo Dok. KKPMenteri KP 2019-2024 Edhy Prabowo

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menceritakan kesaksiannya saat terinfeksi virus Covid-19 saat sempat dirawat di ruang ICU selama 21 hari di RSPAD Gatot Soebroto.

Edhy mengaku, sempat muncul sekelebat pikiran untuk loncat dari gedung saat sesak napas mulai menghantui. Tapi dia sadar, cara sembuh dari virus adalah dengan percaya diri dan jangan menyerah. Sebab obat-obatan yang diberikan pun hanya mampu mencegah dan menstabilkan imun tubuh.

Karena percaya diri diyakininya sebagai obat Covid-19, maka Edhy menolak dipasangi ventilator.

Menurut dia, bagaimana seseorang bisa percaya diri, menimbulkan adrenalin, bangkit dari keterpurukan dalam keadaan pingsan atau tidak sadar saat dipasangi ventilator?

Baca juga: Ini Penjelasan Menteri Edhy soal Izin Operasi Kapal Asing dalam UU Cipta Kerja

"Akhirnya saya tolak pakai ventilator. Karena orang yang saya lihat di kanan kirinya pakai ventilator, enggak bangun-bangun. Saya enggak anti pakai ventilator karena dia alat yang bantu kita berobat. Pada saat itu, saya tidak ingin pakai karena saya merasa masih sadar," kata Edhy saat menyampaikan sambutan di acara Kick Off Coremap CTI Kementerian PPN/Bappenas, Jumat (13/11/2020).

Edhy menyebut, tidak ada jaminan orang yang kuat ada sering olahraga seperti dirinya bisa terbebas dari Covid-19. Terkadang, orang yang lemah fisiknya justru bisa lebih terhindar karena mereka menerapkan prinsip kehati-hatian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengaku sempat merasa kuat sehingga pekerjaan apapun seolah-olah bisa dia lakukan.

"Ada masanya orang kuat itu ada titik lemahnya. Atlet sehebat apapun pada saat latihan optimal, di ujung latihan optimal itulah titik terlemah, di situ Covid-19 masuk," ucap Edhy.

Dia menyarankan, bila merasa demam ada sedikit lelah, ada baiknya berdiam diri di rumah. Kemudian lakukan tes usap (swab test) untuk memastikan tubuh terkontaminasi virus atau sebaliknya.

Kalau justru positif, kuncinya jangan panik. Sebab begitu panik, kekuatan tubuh akan melemah. Pikiran positif justru dibutuhkan saat-saat ini untuk melawan virus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.