IHSG Pagi Lanjutkan Kenaikan, Rupiah Tersendat

Kompas.com - 24/11/2020, 10:07 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (24/11/2020). Berbeda dengan mata uang garuda yang melemah di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.684,36 atau naik 31,59 poin (0,56 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.652,76.

Sebanyak 238 saham melaju di zona hijau dan 59 saham di zona merah. Sedangkan 159 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,46 miliar dengan volume 2,22 miliar saham.

Bursa Asia pagi ini variatif, dengan penurunan indeks Hang Seng Hong Kong 0,06 persen, dan indeks Shanghai Komposit 0,36 persen. Sementara, dan indeks Strait Times naik 0,7 persen, dan indeks Nikkei juga menguat 2,61 persen.

Baca juga: Apakah IHSG Hari Ini Masih Bisa Melaju? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan IHSG masih dalam tren bullish.  Namun sentimen negatif dari kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara membayangi indeks.

“IHSG diprediksi menguat terbatas. Secara teknikal saat ini masih berada dalam trend bullish kuat namun perlu diwaspadai potensi koreksi, karena kasus Covid-19 secara global masih menjadi sorotan,” ungkap Dennies, Senin (23/11/2020).

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot melemah 0,13 persen. Melansir Bloomberg, rupiah pukul 09.24 WIB berada pada level Ro 14.168 per dollar AS melemah dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.148 per dollar AS.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, meskipun pagi ini rupiah melemah, namun pada siang hari rupiah berpotensi menguat karena sentimen positif dari pergerakan harga aset berisiko di pasar Asia pagi ini.

Di sisi lain, tambahan laporan keberhasilan pengujian vaksin oleh Astrazeneca, juga menjadi sentimen positif yang berpeluang mendorong penguatan rupiah hari ini.

“Rupiah berpeluang menguat terdorong sentimen pergerakan harga aset berisiko di pasar Asia dan laporan keberhasilan vaksin Covid-19 peroduksi Astrazeneca,” ujar Ariston.

Selain itu, masa trasisi kepeminpinan di AS menjadi sentimen positif penggerak rupiah. Hal ini diperkuat dengan rencana pemilihan Janet Yellen (mantan Gubernur The Fed) sebagai menteri keuangan AS pada masa kepemimpinan Joe Biden

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada kisaran Rp 14.100 per dollar AS sampai dengan Rp 14.200 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah Menguat Usai Kabar Vaksin Covid-19 Bakal Didistribusikan Akhir Tahun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X