Kompas.com - 25/11/2020, 09:06 WIB
Anindya Bakrie ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (23/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRAnindya Bakrie ketika ditemui di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Dengan UU Cipta Kerja, Indonesia bisa semakin berpeluang untuk meraih untung dari relokasi usaha baik karena pandemi maupun akibat benturan Amerika Serikat dan China.

Peluang usaha pun terbuka dengan gencarnya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), keharusan dalam memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan maraknya Proyek Strategis Nasional (PSN).

Termasuk untuk mengoptimalkan potensi dari land bank.

"Kita meski lihat bentuknya seperti apa, ini menarik. Karena banyak lahan yang bisa dikerjasamakan, membuat infrastruktur, lahan sering menjadi hambatan," imbuh Anindya.

Dia juga melihat ada kemudahan dari sisi pengembangan bisnis energi terbarukan serta pengolahan bahan baku, seperti hilirisasi batubara menjadi gas atau methanol.

"Paling tidak kita mendapat insentif dari sisi melakukan riset dan inovasi yang selama ini kita harus menghitung," kata Anindya.

Kendati begitu, dia menegaskan bahwa aturan pelaksanaan dari UU Cipta Kerja bakal menjadi penentu implementasi di lapangan. Meski tidak menyampaikan secara detail usulan atas aturan pelaksanaan tersebut, namun Anindya menyoroti sejumlah aturan kunci.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: [POPULER MONEY] Alasan Presiden Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi | Sri Mulyani Jawab Kritik Lonjakan Utang

Pertama, terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penyelesaian ketidak sesuaian tata ruang dan pemanfaatan lahan yang sedang disusun di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Kedua, RPP tentang pelaksanaan ketenagakerjaan dan pengupahan. Ketiga, RPP bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Hal-hal tersebut wajib kita kawal. Tapi juga harus dikasih semangat di pemerintah, karena tugasnya berat, ekspektasi tinggi. Kami dari dunia usaha nggak ada jalan kecuali harus mendukung. Kalau tidak, sayang, UU nya sudah dikeluarkan dengan berbagai macam perhitungan politik yang tidak kecil," terang Anindya.

Di sisi lain, dia juga menyebut bahwa di tengah pandemi covid-19 yang masih menggejala, pelaku usaha dihadapkan pada pengelolaan arus kas atau cash flow yang sangat sulit.

Kendati begitu, Anindya optimistis kepercayaan pasar segera membaik setelah vaksinisasi mulai dilakukan pada Kuartal I-2021.

Selain vaksinasi, kepercayaan pasar juga akan terpacu dengan adanya aturan turunan UU Cipta Kerja.

"Orang pasti membaca, apakah competitiveness kita akan semakin baik atau tidak baik. Menurut kami, kalau kita berhasil di sisi vaksinasi dan peraturan pelaksanaan, harusnya ekspektasi pasar akan lebih baik," pungkas Anindya. (Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Yudho Winarto)

Baca juga: SKK Migas: Blok Rokan Tetap Jadi Tulang Punggung Produksi Migas Nasional

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Bos Bakrie ini buka suara soal omnibus law

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X