Luhut: Pandemi Tidak Dapat Mematahkan Semangat Kita...

Kompas.com - 26/11/2020, 15:01 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin pertemuan ke-3 tingkat menteri dalam Forum AIS secara daring, Rabu (25/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin pertemuan ke-3 tingkat menteri dalam Forum AIS secara daring, Rabu (25/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengajak para menteri dari negara partisipan untuk bersatu menghadapi kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Pernyataan tersebut Luhut dikemukakan melalui Pertemuan ke-3 Tingkat Menteri dalam Forum Archipelagic and Island State (AIS) Kemenko Marves dan United Nations Development Program (UNDP) secara virtual.

"Pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh seluruh dunia ini telah mengubah berbagai tatanan masyarakat, seluruh negara pulau dan kepulauan harus menjunjung tinggi solidaritas untuk menyelesaikan permasalahan ini bersama," kata dia melalui keterangan tertulis, Rabu (25/11/2020).

Baca juga: Luhut: Pertama Kali dalam Sejarah, Pejabat RI 4 Kali ke White House dalam 3 Hari

Berfokus pada sisi positif dari krisis yang melanda lanjut Luhut, diharapkan berbagai inovasi akan lahir dan dapat dikembangkan untuk memaksimalkan strategi ekonomi biru demi pulihnya ekonomi masyarakat dunia.

"Pandemi tidak dapat mematahkan semangat kita untuk terus berkolaborasi dan memecahkan berbagai tantangan yang ada, para masyarakat negara pulau dan kepulauan merupakan rakyat yang tangguh. Mengalir di darah kita semangat inovasi, adaptasi, daya guna, dan berorientasi kepada hasil," imbuh dia.

Melalui sambutannya, Luhut mengingatkan bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun krusial bagi seluruh negara partisipan untuk menguatkan kolaborasi dan menyambut Konferensi Tingkat Kepala Negara yang pertama.

Dalam forum tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishunatama Kusubandio menyebutkan, empat kunci utama yang dibahas lebih jauh dalam pertemuan tingkat menteri ini. Pertama, mengenai korelasi antara perkembangan ekonomi dengan pelindungan lingkungan global, demi menjaga dunia kemaritiman dan ekosistem kelautan.

Kedua, mengenai strategi kerja sama ekonomi biru yang mampu mengidentifikasi, membuka, dan mengembangkan berbagai potensi kemaritiman. Ketiga, konektivitas digital ekonomi biru di mana kapasitas digital harus dibangun, meningkatkan akses, dan pengembangan infrastruktur bersama-sama. Terakhir, mengenai investasi laut yang berkelanjutan untuk mengembangkan mekanisme dan berbagai instrumen untuk menjaga keberlanjutan ekonomi dunia.

"Keempat tema kunci ini saling berkorelasi satu dengan yang lainnya, demi menjaga dan meraih keberlanjutan sektor kemaritiman dunia dan bersama-sama kita menghadapi krisis pandemi yang melanda," katanya.

Pertemuan ini dihadiri oleh 5 Menteri dari negara partisipan, 24 perwakilan negara partisipan dan 6 organisasi internasional. Selain menjaga momentum kolaborasi bersama antar negara, penyelenggaraan pertemuan ini memiliki tujuan utama untuk mempersiapkan Konferensi Pertama Tingkat Kepala Negara.

Baca juga: Luhut Beberapa Kali Isi Posisi Menteri yang Kosong di Era Jokowi, Apa Saja?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X