Inflasi November Diproyeksi di Kisaran 0,18 Persen

Kompas.com - 01/12/2020, 09:52 WIB
Kepala Ekonomi PT Bank Permata Josua Pardede saat diwawancarai media di Bandung, Sabtu (29/2/2020). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAKepala Ekonomi PT Bank Permata Josua Pardede saat diwawancarai media di Bandung, Sabtu (29/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom dari Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan inflasi pada bulan November 2020, secara bulanan (month to month/mtm) berkisar 0,18 persen. Artinya, angka inflasi ini lebih tinggi dibanding bulan Oktober yang mencapai 0,07 persen (mtm).

Namun secara keseluruhan, inflasi hingga akhir tahun ini diperkirakan akan berkisar di bawah 2 persen, lebih rendah dari batas bawah target inflasi Bank Indonesia (BI). Lantaran, mempertimbangkan inflasi dari sisi permintaan yang masih cenderung lemah di tengah pandemi Covid-19.

"Pada bulan November, diperkirakan terjadi inflasi 0,18 persen month to month atau 1,50 persen secara year on year, dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,07 persen month to month atau 1,44 persen year on year," katanya kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Oktober 2020, Inflasi 0,07 Persen

Adapun penyumbang inflasi November kali ini tak lepas dari komoditas pangan, yang tertinggi merupakan bawang merah mencapai 13,7 persen. Kemudian disusul daging ayam 9,3 persen, cabai rawit 8,1 persen, bawang putih 6,1 persen, telur ayam 5,1 persen, minyak goreng 1,1 persen, dan daging sapi 0,2 persen.

"Meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang turun seperti cabai merah minus 0,1 persen month to month," ujarnya.

Sementara itu, laju bulanan inflasi inti pada bulan November diperkirakan menurun sejalan dengan tren penurunan harga emas sebesar minus 4,54 persen (m to m). Namun inflasi inti diperkirakan sebesar 1,78 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 1,74 persen.

Bulan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi 0,07 persen pada Oktober 2020, berdasarkan hasil pemantauan BPS di 90 kota inflasi. Dengan begitu, tingkat inflasi tahun kalender menjadi 0,95 persen (year to date/ytd) dan 1,44 persen secara tahunan.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video.

Baca juga: BPS: Oktober Inflasi, tapi Daya Beli Masyarakat Belum Pulih



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X