Jokowi Lepas Ekspor Produk RI Senilai Rp 23,7 Triliun

Kompas.com - 04/12/2020, 17:46 WIB
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020). Dokumentasi/Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru yang digelar secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas produk ekspor Indonesia yang benilai tambah dan berdaya saing ke pasar global senilai 1,64 miliar dollar AS atau Rp 23,7 triliun.

Produk ekspor tersebut berasal 133 perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Terdiri dari 79 perusahaan non-UKM dan 54 perusahaan kategori UKM.

"Saya ingatkan agar kegiatan pelepasan ekspor seperti ini tidak hanya seremonial semata, tapi jadi momentum berkelanjutan dengan menghasilan nilai ekspor yang terus meningkat," ujar Jokowi dalam acara Pelepasan Ekspor ke Pasar Global secara virtual, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Soal Ekspor Benur, Hashim Djojohadikusumo: Saya Bilang, Buka Saja, Ed, Buka sampai 100...

Adapun produk-produk yang di ekspor sangat beragam mulai dari furnitur, rumput laut, udang beku, cengkih, kemiri, limbah kayu, gazebo, minyak jelantah, hingga pot bunga dari rotan.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan, peningkatan ekspor menjadi salah satu kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19.

Lantaran, eskpor tak hanya membuat pelaku usaha tumbuh dan menambah lapangan kerja, tapi juga menghasilkan devisa serta menekan defisit transaksi berjalan.

Oleh sebab itu, Jokowi menekankan, penting untuk setiap pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun pelaku usaha untuk bisa melihat peluang ekspor yang ada di tengah pandemi.

"Memang di situasi pandemi dan ekonomi global yang lesu saat ini, berdampk pada pasar ekspor yang sudah pasti turun. Tapi kita enggak boleh menyerah dan jeli melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara yang juga sekrang ini mengalami pandemi," ucap dia.

Menurut Jokowi, Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan ekspor ke pasar global. Tentunya ini perlu dibarengi upaya aktif Indonesia dalam meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

"Potensinya masih besar, dari sisi kreagaman produk, kreativitas, kualitas, volume, dan tujuan negara ekspor. Kuncinya proaktif dan jangan pasif," kata Jokowi.

Baca juga: Mendag Agus Berharap Pembiayaan Ekspor Dapat Bantu UKM Naik Kelas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
Wamenkeu: Perbankan Bakal Lebih Selektif, Hanya Berikan Kredit buat Ekonomi Hijau

Wamenkeu: Perbankan Bakal Lebih Selektif, Hanya Berikan Kredit buat Ekonomi Hijau

Whats New
Alasan Bulog Tak Masuk Holding BUMN Pangan, Erick Thohir: Punya Tugas yang Beda

Alasan Bulog Tak Masuk Holding BUMN Pangan, Erick Thohir: Punya Tugas yang Beda

Whats New
ICDX: Secara Umum, Perdagangan Komoditi Global 2022 Masih Dibayangi Covid-19

ICDX: Secara Umum, Perdagangan Komoditi Global 2022 Masih Dibayangi Covid-19

Whats New
Bawang Putih dan Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Bawang Putih dan Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Whats New
Punya Aset Bernilai Fantastis, Begini Cara Idol K-Pop Atur Keuangan

Punya Aset Bernilai Fantastis, Begini Cara Idol K-Pop Atur Keuangan

BrandzView
Bank Mandiri Nilai Investasi Obligasi hingga Deposito Masih Menarik

Bank Mandiri Nilai Investasi Obligasi hingga Deposito Masih Menarik

Whats New
Luhut: Investor Jangan Segan Mengontak Saya...

Luhut: Investor Jangan Segan Mengontak Saya...

Whats New
Ajak Pengusaha Akses Kredit, Wamenkeu: Pengusaha yang Sehat Pasti Punya Utang...

Ajak Pengusaha Akses Kredit, Wamenkeu: Pengusaha yang Sehat Pasti Punya Utang...

Whats New
Erick Thohir: 4 Lessor Sudah Setuju Proposal Perdamaian Garuda, 35 Masih Proses

Erick Thohir: 4 Lessor Sudah Setuju Proposal Perdamaian Garuda, 35 Masih Proses

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.