Erick Thohir: Investor Jepang Berminat untuk Kerja Sama dengan BUMN

Kompas.com - 07/12/2020, 07:08 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir mengatakan, beberapa investor dari Jepang tertarik untuk bekerjasama dengan BUMN. Hal tersebut diketahui setelah dia bertemu beberapa instansi dan 20 perusahaan terkemuka asal Jepang.

Perusahaan-perusahaan tersebut di antaranya, Mitsubishi Estate, Mitsui, Hanwa, dan Sumitomo. Pertemuan tersebut dilakukan saat Erick melakukan kunjungan kerja ke Jepang.

“Para investor Jepang sangat mendukung upaya kita untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset-aset BUMN,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Erick Thohir Mau Sinergikan Pegadaian, Karyawan: Akankah Masih Bisa Layani Rakyat Kecil?

Mantan bos Inter Milan itu menjelaskan, saat ini Indonesia sedang mengalami transformasi besar-besaran, yang mana BUMN bergerak maju menuju tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas yang lebih baik.

“Sehubungan dengan rencana pendanaan dan kerja sama dengan beberapa lembaga internasional pada awal 2021, kami sedang mempersiapkan beberapa aset infrastruktur strategis yang sedang dikerjakan BUMN  seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan laut," kata Erick.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, Jepang bakal investasi sebesar 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 57 triliun untuk pembentukan Sovereign Wealth Fund ( SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia.

Ia mengatakan, komitmen investasi itu dinyatakan oleh Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Maeda Tadashi saat Luhut melakukan kunjungan ke Tokyo, Jepang.

“JBIC siap mendukung pendanaan SWF Indonesia sebesar 4 miliar dollar AS atau Rp 57 triliun, dua kali lipat lebih besar dari yang disampaikan the US International Development Finance Corporation (DFC)- Lembaga pembiayaan asal Amerika Serikat," ujar Luhut dalam keterangan resminya, Sabtu (5/12/0202).

Lawatan Luhut ke Tokyo dilakukan bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, serta didampingi Duta Besar RI untuk Jepang, Heri Akhmadi. Dalam kesempatan itu, ia melakukan pertemuan maraton dengan JBIC serta tidak kurang dari 20 investor potensial Jepang lainnya di bidang finance dan energi.

Erick mengatakan, komitmen yang disampaikan oleh Gubernur JBIC tersebut akan segera ditindaklanjuti di tingkat teknis. Dia berharap, investasi JBIC dapat mulai masuk ke Indonesia pada kuartal pertama 2021.

"Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur SWF Indonesia akan selesai pada pertengahan Desember ini dan tentunya PP tersebut akan semakin percepat pembentukan lembaga dana abadi Indonesia ini," kata dia.

Baca juga: Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X