Pesan Luhut di Hari Nusantara: Jangan Pernah Goyah Terhadap NKRI

Kompas.com - 13/12/2020, 15:48 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan dalam peringatan Hari Nusantara ke-63 secara daring, Jakarta, Minggu (13/12/2020). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan dalam peringatan Hari Nusantara ke-63 secara daring, Jakarta, Minggu (13/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Memperingati Hari Nusantara ke-63, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berpesan kepada taruna serta para perwira militer agar tetap bersatu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kepada para taruna dan para perwira yang hadir di sini, saya titip itu betul-betul agar kita jangan pernah goyah terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang datang dari berbagai macam latar belakang," kata Luhut secara virtual dalam tayang Youtube Kemkominfo TV, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: Lewat Perpres, Jokowi Targetkan Inklusi Keuangan Capai 90 Persen pada 2024

Kilas balik mengenai Nusantara, Luhut menjelaskan, sejarahnya diawali sejak Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 yang akhirnya mengubah konsepsi tentang negara kepulauan terutama batas wilayahnya. 

Sebelumnya, luas wilayah Indonesia masih berdasarkan Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (TZMKO) yang menyatakan bahwa luas wilayah Indonesia hanya sebesar 2.027.087 kilometer persegi dan batas teritorial laut Indonesia sejauh tiga mil dari garis pantai.

"Keadaan ini mengakibatkan Indonesia akan mudah terpecah-belah, sementara UUD 1945 pada saat itu, tidak membahas mengenai batas-batas wilayah Indonesia," ujar Luhut.

Deklarasi Djuanda dicetuskan oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawijaya kemudian dikenal sebagai konsepsi Wawasan Nusantara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, luas wilayah kedaulatan Indonesia adalah seluas 8.300.000 km2 setelah batas teritorial laut Indonesia menjadi sejauh 12 mil dari garis pantai.

Baca juga: Pfizer dan Moderna Raup Rp 451 Triliun dari Penjualan Vaksin Covid-19 pada 2021

Sejak saat itu, laut Indonesia termasuk laut di dalam dan di antara kepulauan Indonesia, dan wilayah Indonesia mencakup daratan maupun perairan.

Deklarasi ini kemudian disahkan melalui UU No. 4/PRP/Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

"Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa Indonesia di internasional untuk menjadi rezim negara kepulauan (Archipelagic Nation Concept)," lanjut dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.