Maskapai Bawa Penumpang Positif Covid-19, Siapa yang Harus Tanggung Jawab?

Kompas.com - 27/12/2020, 08:42 WIB
Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona. ShutterstockIlustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.

KOMPAS.com - Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Barat mengeluarkan sanksi terhadap maskapai Batik Air karena membawa lima penumpang positif virus corona. Sanksi yang dikenakan berupa larangan terbang selama 10 hari dari Jakarta ke Pontianak.

Terkait larangan tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji mempersilakan jika pihak Direktur Jenderal Perhubungan Udara melayangkan protes dan marah.

"Dirjen Hubungan Udara mau protes dan marah silakan, berarti mereka koordinasinya tidak baik dengan Angkasa Pura dan KKP,” kata Gubernur Kalbar Sutarmidji melalui akun Facebook-nya yang terkonfirmasi, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (24/12/2020).

Baca juga: 5 Penumpang Pesawat dari Jakarta Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Pontianak

Tindakan Gubernur Kalbar yang menjatuhkan sanksi terhadap maskapai penerbangan menjadi menarik untuk dibahas. Tindakan Sang Gubernur di sini harus dilihat sebagai refleksi dari tanggung jawab moral sebagai kepala daerah yang harus melindungi warganya. Dalam hal ini warga Kalimantan Barat sebagai bagian utuh dari Republik Indonesia yang tengah berperang melawan Covid-19.

Tentang sanksi yang dijatuhkan oleh Gubernur apakah sudah tepat atau melanggar ketentuan yang berlaku harus dikaji lebih mendalam di ranah hukum. Di sisi lain, investigasi harus dilakukan agar diketahui dengan jelas di mana letak kesalahan terjadi, sampai lolosnya lima penumpang positif Covid-19. Hal yang sangat perlu agar upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 dapat berjalan dengan baik.

Seiring dengan itu para penumpang yang akan bepergian pun akan memperoleh informasi yang jelas sehingga tidak menghambat mereka yang hendak bepergian menggunakan moda transportasi udara.

Pada dasarnya ketentuan dan prosedur standar dalam melakukan perjalanan menggunakan moda angkutan udara, termasuk di era pendemi ini sudah cukup jelas. Otoritas penerbangan nasional dan satuan tugas kesehatan Covid-19 serta instansi terkait seperti bandara telah mengeluarkan pula prosedur tambahan yang mengacu antara lain kepada protokol kesehatan covid 19.

Secara sederhana, setiap orang yang akan bepergian menggunakan pesawat terbang harus melengkapi dirinya dengan dokumen perjalanan atau Travel Document yang antara lain berupa tiket, kartu identitas (paspor atau KTP) dan Visa jika keluar negeri.

Di era pandemi ini konon harus dilengkapi pula dengan keterangan bebas Covid-19 berupa hasil Rapid Test dan atau PCR. Dokumen perjalanan ini pasti sudah merupakan mekanisme standar yang dilakukan oleh maskapai penerbangan untuk mengecek setiap penumpang satu per satu pada saat check in menjelang naik pesawat.

Baca juga: Penerimaan CPNS 2021 Akan Dibuka, Ini Formasi yang Dibutuhkan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

Rilis
WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X