Pesan Luhut ke Sandiaga: Perbaiki Kualitas WC hingga Batasi Hotel Baru

Kompas.com - 09/01/2021, 11:27 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di The Kaldera – Toba Nomadic Escape usai acara Indonesia-China Tourism and Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations, Jumat (18/12/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di The Kaldera – Toba Nomadic Escape usai acara Indonesia-China Tourism and Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations, Jumat (18/12/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta pembangunan hotel di destinasi pariwisata dikurangi di tengah masa persiapan pemulihan pariwisata pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Luhut, pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akan berlangsung lebih lama dibanding pemulihan kunjungan wisatawan domestik.

Maka, selama itu pula pemerintah akan fokus melakukan persiapan pemulihan pariwisata, sekaligus mendorong kunjungan wisatawan domestik.

"Pemulihan wisata domestik ini lebih cepat daripada luar (negeri) karena luar ini tentu masih ada masalah karena travelling distance juga mungkin jadi issue," ujar Luhut dilansir dari Antara, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Ke Labuan Bajo, Sandiaga Uno Dicurhati Pelaku UMKM Soal Perizinan

"Nah ini saya pikir masih butuh 1-2 tahun, makanya saya pikir, pembangunan hotel mungkin diminimumkan saja nanti Pak Sandiaga Uno," kata Luhut lagi.

Kendati pembangunan hotel untuk wisatawan dikurangi, Luhut meminta agar spot-spot turis bisa terus diperbaiki kualitasnya.

Seiring dengan perbaikan spot turis, ia juga meminta agar ada perbaikan kualitas souvenir wisata dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang terlibat.

"Tapi spot-spot turisnya yang kita perbaiki dengan kualitas di tempat itu, seperti masalah souvenir, kemudian juga buatan-buatan dalam negeri, UMKM-nya tapi dengan kualitas yang bagus. Itu saya kira yang perlu jadi perhatian kita," imbuh Luhut.

Baca juga: Gurita Bisnis Saratoga, Perusahaan Milik Menparekraf Sandiaga Uno

Lebih lanjut, Luhut meminta agar ada peningkatan persentase alokasi anggaran untuk mendukung perbaikan kualitas pariwisata di lima destinasi pariwisata super prioritas.

"Soal-soal kecil seperti WC, itu juga saya kira perlu diperbaiki sehingga ketika orang datang ke spot itu tidak kapok," ucap Luhut.

Sebelumnya Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi mendorong kampanye Bangga Berwisata di Indonesia sebagai upaya pemerintah mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kampanye tersebut di antaranya melalui penggunaan tagar #DiIndonesiaAja di sosial media.

Wisata halal

Sementara itu, Sandiaga Uno menegaskan bahwa silang pendapat soal wisata religi dan wisata halal di sejumlah destinasi wisata tertentu sudah ditemukan titik temu dan telah selesai.

Baca juga: Sandiaga Uno Tanggapi Soal Perdebatan Wisata Halal di Indonesia

“Saya sudah sampaikan ke Pemda tidak ada lagi silang pendapat mengenai kebijakan pariwisata daerah,” kata Sandiaga.

Ia mencontohkan misalnya, khusus untuk Bali Sandiaga telah bertemu dan berdiskusi langsung dengan Gubernur Bali membahas terkait isu itu.

Sandiaga menegaskan telah diputuskan dan semua sepakat bahwa Bali mengedepankan pariwisata berbasis budaya, berkearifan lokal, berkelanjutan, berkualitas, dan sehat.

“Jadi itu sudah diputuskan dan kami sepakat mendukung keputusan Pemda dan kita berkolaborasi dan saya sudah saya sampaikan ke Pemda tidak ada silang pendapat mengenai kebijakan pariwisata,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Saya Tahu Banget Birokrasi

Terlebih misalnya Bali, Sandiaga Uno mengatakan, Pulau Dewata merupakan jantung dan hati pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Kita harus membantu pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini,” kata pemilik Saratoga tersebut.

Sebelumnya, isu mengenai wisata halal dan wisata religi menjadi salah satu yang banyak dibahas dan sensitif bagi sejumlah pihak.

Beberapa pihak tidak menginginkan jika destinasi tertentu dikembangkan sebagai destinasi khusus wisata halal/religi.

Baca juga: Jadi Menteri Jokowi, Sandiaga Uno Pikir-pikir Realisasikan OKE OCE



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X