Ramai Investor Baru Beli Saham Pakai Utang, Ini Imbauan BEI

Kompas.com - 19/01/2021, 07:30 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Fenomena kenaikan jumlah investor baru tahun lalu, tentunya suatu prestasi yang membanggakan dalam iklim investasi di Indonesia. Namun, kenaikan jumlah investor baru tanpa dibarengi dengan pemahaman yang cukup mengenai investasi, tentunya akan berdampak buruk, terutama bagi investor pemula.

Belakangan ini, beberapa influencer ramai memamerkan saham yang mereka miliki melalui sosial media. Beberapa mengatakan investasi mereka menuai keuntungan yang cukup menggiurkan. Hal ini berbanding terbalik, setelah beberapa warganet mengeluhkan kerugian, setelah membeli saham melalui utang.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengatakan, hal tersebut merupakan fenomena yang tidak baik. BEI selalu mengingatkan para investor mengenai potensi untung dan rugi setelah berkomitmen untuk berinvestasi saham.

“Kami mengingatkan untuk tidak menggunakan dana yang bersumber dari pinjaman, dana yang diperlukan untuk kebutuhan sehari hari, dana untuk kebutuhan darurat, dan dana kebutuhan jangka pendek lainnya,” kata Hasan malam tadi melalui pesan singkat, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Izin Penangkapan Ikan untuk Kapal Asing

Hasan mengatakan, hendaknya para investor jangan terlalu percaya diri dan berorientasi pada mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya dalam jangka pendek secara instan.

“Kami juga mendorong agar para investor terus belajar dan meningkatkan pemahamannya dalam berinvestasi saham,” ujar dia.

Hasan menambahkan, dalam melakukan investasi, investor jangan hanya melihat dari sisi keuntungannya semata-mata, tapi juga hendaknya menghitung dan mengelola risiko dalam berinvestasi.

Selan itu, menggunakan sumber dana dari utang akan semakin meningkatkan risiko investasi, karena adanya keterbatasan waktu yang relatif pendek untuk segera mengembalikan dana pinjamannya dengan tingkat bunga tertentu.

“Hal ini tentunya juga akan semakin membatasi pilihan dan strategi investasinya dan juga dapat mempengaruhi aspek psikologis para investor,” kata dia.

Di sisi lain, BEI sudah menyediakan berbagai program dan sarana dalam melakukan edukasi kepada masyarakat dan juga para investor, melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal, Webinar, Workshop, dan melalui media sosial BEI.

“Silahkan untuk memanfaatkan program dan sarana edukasi ini, ataupun program edukasi yang dilakukan oleh para Anggota Bursa. Saat ini sebetulnya sudah sangat banyak program edukasi yang baik dalam berinvestasi saham ini, yang dapat diakses secara mudah oleh masyarajat dan para investor kita,” ucapnya.

Baca juga: Sudah Sampai Mana Rencana Penghapusan Premium?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X