Saat Susi Khawatir "Keserakahan" Aplikasi Belanja Online Bikin Mati Pedagang Kecil

Kompas.com - 19/01/2021, 17:11 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti berpose saat ditemui di Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti berpose saat ditemui di Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasa khawatir fenomena pedagang kecil yang bisnisnya makin tergerus saat aplikasi online mulai mengambil lapak dagang mereka.

Bukan hanya mengambil lapak, platform daring ini juga membentuk ekosistem sendiri setelah memiliki basis pasar.

"Online shopping yang jualan sayur, terus setelah market-nya terbentuk, the owner of the platform make own agriculture. Farmers-nya enggak bisa jualan lagi kan," kata Susi saat berbincang bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho dikutip Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Susi Pudjiastuti Sorot Beberapa Proyek Pemerintah

Sementara para pedagang sayur kecil saat ini belum mengetahui seberapa berdampaknya penggunaan teknologi terhadap penghasilannya. Mereka akan tersadar ketika barang jualannya semakin tidak laku.

"Mereka tidak tahu. Saya tahu karena mereka (pemilik platform) ngomong sama saya. Tetapi orang-orang yang selama ini jualan sayur tiba-tiba tidak ada yang order lagi," ungkap Susi.

Tak hanya soal pedagang dan petani, Susi pun khawatir dengan milenial yang tidak bisa bertahan dan hanya mempunyai keterampilan biasa diera digital.

Apalagi saat ini, masih banyak edukasi yang tidak mendidik milenial lebih kreatif untuk menghadapi beragam tantangan. Milenial yang tidak terlatih ini akan mudah digeser oleh layanan teknologi.

"These kids need survival talent, but who will teach them?"  ucap dia.

Menurut dia, tidak ada platform yang mengajarkan semua itu. Dia mencontohkan, sarjana yang pada akhirnya beralih menjadi pengusaha di digital platform. Padahal suatu ketika saat pasarnya terbentuk, platform itu bisa mengambil alih semuanya.

"They forgot that this platform ia a giant big cloud, where the big giy with old power in one remote button can take over everything," kata wanita asal Pangandaran Jawa Barat ini.

Bahkan Susi pun khawatir peran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang banyak jumlahnya lama-kelamaan akan diganti dengan robot.

"ASN misalnya, terlalu banyak. Suatu saat aplikasi teknologi digital akan mengambil pekerjaan mereka. Di banking sectors sudah banyak berkurang," papar Susi.

Baca juga: Perasaan Susi Pudjiastuti Saat Tahu Edhy Prabowo Tersandung Kasus Suap Benih Lobster




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X