Perasaan Susi Pudjiastuti Saat Tahu Edhy Prabowo Tersandung Kasus Suap Benih Lobster

Kompas.com - 19/01/2021, 10:00 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti berpose saat ditemui di Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti berpose saat ditemui di Pangandaran, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku sedih ketika mendengar Menteri KP sebelumnya, Edhy Prabowo, tersandung kasus suap ekspor benih lobster.

Pasalnya, ekspor benih lobster memang sudah lama dikhawatirkan dan jadi sorotan banyak pihak karena rawan kongkalikong dan kasus suap.

Susi juga merasa sedih karena beberapa kebijakannya dahulu tidak diteruskan pada masa Edhy, seperti larangan mengekspor benih lobster.

"Sad (sedih). Saya pikir orang boleh berganti, tapi kapan sesuatu yang baik terjadi. Banyak pengusaha yang bisa membayar media, membayar demo, melakukan apa pun. Tapi, kan sebetulnya ada BPS yang rilis angka-angka," kata Susi saat berbincang bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho, Senin (18/1/2021).

Susi berharap menteri penggantinya bisa meneruskan apa yang telah dia lakukan sebelumnya.

Baca juga: Qatar Airways Bakal Pensiunkan Airbus A380

Salah satu program yang disebut Susi adalah Susinisasi. Susinisasi mengacu pada sejumlah kebijakan yang menjadi terobosannya, seperti efisiensi anggaran dan menghapus kata-kata bersayap di program anggaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bahasa anggaran kan aneh-aneh. Kalau mau memberdayakan nelayan, ya sudah belikan perahu, belikan jaring, begitu kan? Tidak usah ada kata empowerment, harmonisasi. Lalu bikin planning, diawasi, pengawasannya dikuatkan. Itu baru pengawasan, belum realisasinya," ungkap Susi.

Susi juga sempat merencanakan untuk menggalakkan pensiun dini (golden handshake) untuk mengurangi jumlah pegawai yang terlalu gemuk.

Sebab, berdasarkan hasil asesmen, ada 32 persen pegawai yang tidak mengerti komputer.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.