8 Tips Lolos Tahap Interview User

Kompas.com - 24/01/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi wawancara kerja. SHUTTERSTOCKIlustrasi wawancara kerja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Interview atau wawancara kerja merupakan proses yang mendebarkan dalam tahap melamar kerja. Ini tahap penting bagi pelamar untuk memberi kesan awal yang baik kepada perusahaan.

Pada praktiknya di lapangan, pelamar tidak hanya harus menghadapi wawancara kerja dengan pihak HRD saja. Tetapi juga user.

User ini biasanya adalah orang yang akan menjadi atasanmu kelak jika diterima bekerja. Jabatannya bisa manajer, supervisor, bahkan langsung CEO atau pemilik bila perusahaan masih skala kecil, seperti perusahaan rintisan atau startup.

Contoh kamu melamar kerja untuk posisi design grafis, maka tahap interview user, kamu akan diwawancarai manajer design grafis atau head of digital marketing yang membawahi bidang design grafis.

Terkadang bukan hanya satu user yang kamu hadapi. Bisa dua atau lebih. Jadi, makin menegangkan buat si pelamar.

Agar perjuanganmu tidak sia-sia, berikut tips sukses interview user yang bisa kamu coba agar diterima kerja, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Cari tahu siapa user tersebut

Kalau ingin wawancara kerja, harus mempersiapkan fisik dan mental. Selain itu, juga otak. Jangan sampai kosong tanpa pengetahuan. Seperti mengenai siapa user yang akan mewawancaraimu.

Kamu dapat mencari tahu siapa user tersebut sebelum interview. Ketika kamu mendapatkan telepon atau email dari HRD untuk proses interview user sesuai jadwal yang ditentukan, kamu bisa menanyakan user tersebut.

Jika sudah mendapatkan informasi nama dan jabatan user, segera cari tahu di internet. Contohnya dari LinkedIn, maupun media sosialnya.

Setidaknya kamu bisa mengetahui wajah user yang akan mewawancaraimu. Termasuk background pendidikan maupun pengalaman kerjanya. Sehingga kamu sudah punya sedikit gambaran dari user tersebut dan siap menghadapi wawancara.

2. Persiapkan jawaban wawancara

Dalam tahap interview user, umumnya akan ditanyakan mengenai masalah yang sifatnya teknis. Misalnya kemampuan dan keahlianmu, pekerjaanmu di kantor lama, atau diminta menjawab pertanyaan cara menghadapi masalah dalam pekerjaan.
Pastikan kamu sudah memiliki jawaban-jawaban pertanyaan tersebut di dalam otak. Kemudian tinggal merangkainya menjadi kalimat yang baik dan sopan untuk dilontarkan.

3. Berpenampilan rapi

Namanya mau interview kerja, berpakaian yang rapi. Busana yang dikenakan tidak harus baru, tetapi terlihat bersih dan rapi. Baju dan celana atau rok disetrika, sehingga tidak nampak kusut, kumel, dan kucel.

Gunakan aksesoris atau riasan minimalis. Jangan menor bagi pelamar wanita. Rok pun tidak terlalu pendek. Kalau bisa di bawah lutut.

Semprot parfum secukupnya agar badan wangi dan segar, serta menunjang penampilan. Jangan berlebihan.

Baca Juga: Cek Penyebab Lamaran Kerja Kamu Ditolak Melulu

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X