SWF Diyakini Bisa Bantu RI Keluar dari Middle Income Trap

Kompas.com - 25/01/2021, 12:00 WIB
Ilustrasi Indonesia SHUTTERSTOCKIlustrasi Indonesia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com –  Pemerintah akan memulai operasional Lembaga Pengelola Investasi (LPI) alias Sovereign Wealth Fund (SWF) pada akhir Januari 2021. SWF dinilai bisa membantu Indonesia keluar dari middle income trap.

“SWF menjadi terobosan yang patut ditempuh agar Indonesia masih bisa keluar dari risiko middle income trap, tanpa membebani kondisi keuangan negara yang saat ini sudah begitu besar,” ujar Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat dalam siaran pers, Senin (25/1/2021).

Ia mengatakan, mengutip laporan Bank Dunia tahun 2014 ‘Indonesia: Avoiding the Trap’, Indonesia berisiko growing old before growing rich, atau tua sebelum kaya jika pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya berkisar 6 persen pada periode 2013-2030

Budi mengatakan, Indonesia harus bisa meningkatkan PDB per kapita yang saat ini sekitar 4.500 dollar AS per tahun, menjadi minimal 12.000 dollar AS per tahun dalam waktu 10 tahun hingga tahun 2030, atau butuh pertumbuhan 10,3 persen per tahun.

Baca juga: Mau Bisnis Kuliner? Simak Prediksi Makanan yang Bakal Laris di 2021 dari GoFood

Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah berupaya memperkuat infrastruktur dan sumber daya manusia, mengikuti saran Bank Dunia.

Budi menyebut, SWF Indonesia berbeda dengan model SWF negara-negara maju. Model SWF negara maju seperti investment vehicle misalnya, berguna untuk melipatgandakan kekayaan di saat terjadi krisis. Akibatnya pemasukan negara maju masih tetap terselamatkan jika sumber penerimaan negara terimbas krisis.

Beberapa negera yang telah memiliki SWF yakni negeri jiran Singapura dengan Temasek Holding, Malaysia dengan Hazanah, dan Norwegia dengan Norway Government Pension Fund Global.

Baca juga: Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Ikut Seret IHSG Anjlok 2 Persen

Sementara itu kata Budi, SWF milik Indonesia justru ditujukan untuk mengelola kekayaan investasi dari luar dengan mengalokasikannya ke proyek-proyek nasional, seperti infrastruktur, dan seterusnya. Untuk itu, peran LPI sangatlah penting bagi Indonesia.

Budi menghimbau, agar SWF terhindar dari kepentingan politik, harus dikelola oleh pengurus (baik komisaris dan direksi) yang memiliki integritas, governance, dan kapasitas kompetensi yang mumpuni dalam mengelola investasi.

“Agar Indonesia tak akan kehilangan kepercayaan dari investor negara lain, pengurus harus memiliki tiga faktor tersebut. SWF sebagai pertaruhan martabat Indonesia dalam menjaga kepercayaan negara luar. Kita berharap agar SWF bisa berjalan lancar dan profesional,” jelas dia.

Baca juga: ORI019 Sudah Bisa Dibeli, Ini 26 Mitra Distribusinya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X